Some Personal Thoughts

Some Personal Thoughts

Todo Sibuea  //  I am a systemic anomaly that is inherent to this universe. This is my personal blog where I express my thoughts on matters that cross my mind.

All of my articles here are protected under Copyright Law. If you want to use my article for your particular purpose, please inform me to get my confirmation. If you do get it, don't forget to give credit to me for the article you use.

Oct 1 / 3:22pm

Berhenti Facebook, Tunggu Dulu

Anda sudah lama menggunakan Facebook? Anda mulai jenuh? Apakah Anda mulai berpikir bahwa Facebook sudah tidak memberikan apa-apa lagi? Apakah Anda mulai berpikir untuk berhenti dari Facebook? Jika mengecek akun Facebook menjadi kegiatan sehari-hari Anda, makan bukanlah suatu hal yang aneh apabila Anda menjadi bosan. Sama halnya dengan melakukan suatu kegiatan yang sama setiap harinya, para pelakunya pasti menjadi jenuh. 


Oleh karena itu, obat yang terbaik bagi Anda adalah mengambil cuti sementara dari kegiatan Facebook. Lupakan akun Facebook dan jaringan sosial yang sudah kalian bangun untuk sementara waktu. Lakukan kegiatan lain dan tolaklah sekuat mungkin godaan untuk membuka Facebook. Mulailah berkonsentrsai penuh pada pekerjaan Anda di kantor atau kegiatan di sekolah/kampus, khusus buat kaum pelajar.


Kejenuhan terhadap Facebook adalah normal, tapi adalah suatu hal yang salah kalau Anda mengatakan Facebook sudah membosankan karena tidak memberikan hal-hal penting. Hal-hal penting? Apa yang dimaksud dengan hal penting? Pengetahuan? Wah, kalau Anda pkir Facebook menyediakan pengetahuan, Anda sudah salah alamat. Google dan Wikipedia akan memberikan pengetahuan yang Anda perlukan. Facebook justru untuk hal yang berbeda.


Facebook adalah sebuah wadah jaringan sosial versi internet bagi kita yang ingin berhubungan dengan orang-orang dalam kehidupan kita--teman, kerabat, tetangga, pesohor, dll. Lewat jejaring sosial ini, kita bisa saling berbagi hal-hal seperti foto, kegiatan, tulisan dengan orang-orang di dalam jaringan kita. Dengan cara yang serupa, kita juga dapat memberikan komentar terhadap hal-hal yang dibagi oleh teman-teman  dalam jaringan kita. Jika Anda bosan dengan kegiatan yang sudah disebutkan sebelumnya, Anda bisa juga mencari hiburan dengan mengerjakan puluhan kuis atau permainan yang ada disediakan FB. 


Karena itu, tidaklah tepat bila seseorang mengatakan kalau FB sudah mulai tidak penting lagi karena merasa dirinya tidak mendapatkan apa-apa. Dalam FB, kita bisa menuliskan hal-hal yang sedang kita lakukan atau pikirkan lewat fitur Status Update. Kita juga bisa menuliskan pandangan kita tentang suatu topik untuk juga dibagi kepada teman-teman dalam jaringan kita. Namun, mereka bukan satu-satunya hal yang bisa dilakukan. Apabila kita menemukan hal-hal menarik di Internet, lewat Google, hal tersebut bisa dibagi pada teman-teman kita lewat fitur Share Link yang sudah disediakan. Bahkan, dengan fitur Share Facebook-Bookmarklet, kegiatan berbagi tautan, link, menjadi lebih mudah lagi. Berkat ini, Anda tidak hanya mengetahui hal baru tapi juga teman-teman Anda juga mendapatkannya hanya dalam hitungan milidetik. 


Bagaimana bila Anda sudah melakukan hal tersebut tapi masih merasa FB belum memberikan suatu nilai tambah apapun bagi perkembangan diri. Ini bukan pertanda FB sudah tidak bermanfaat bagi Anda. Justru ini menunjukan bilamana orang-orang dalam jaringan Anda yang tidak memberikan suatu hal yang menarik bagi Anda. Saya tidak mengatakan kalau Anda salah berteman. Sama sekali tidak. 


Kesalahan banyak pengguna Facebook di Indonesia adalah konsep pikir yang menaruh  FB sebagai tempat untuk mengkinikan status dan mengharapkan komentar dari orang-orang di jaringannya. Seperti yang sudah ditulis diatas, FB itu lebih dari sekedar Status Update. Untuk hal tersebut Internet sudah menyediakan Plurk dan, yang sedang trend, Twitter.


Nah, masihkan Anda merasa Facebook yang tidak memberikan hal-hal menarik? Saya pikir justru Anda-lah yang harus meninjau ulang jaringan yang sudah dibangun. Mungkin, ini sudah waktunya bagi Anda untuk mencari teman-teman baru yang Anda pandang baik untuk diundang masuk ke dalam jaringan Anda agar bisa mendapatkan hal-hal menarik darinya. Di FB, Anda bisa bergabung dengan Group yang bisa disesuaikan dengan minat Anda. Para penggemar Mario Teguh bisa bergabung dalam grupnya untuk mendapatkan wejangan-wejangan terbaru tentang kehidupan. 


Lewat kegiatan di milis teknologi, id-Mac, saya mendapat teman-teman yang sering membagi informasi terkini dalam dunia teknologi--komputer, internet, gadget. Dari teman-teman yang lain saya terkadang juga mendapat hal-hal unik seperti lelucon atau gosip tentang dunia pesohor. Tentunya, saya tidak bisa hanya sekedar menjadi penerima akhir dan tidak ikut berbagi. Saat saya mendapat informasi terbaru tentang sesuatu, apabila dipandang penting, saya pun juga inkut membaginya bagi orang-orang dalam jaringan saya. Dengan demikian, terjadilah reaksi berantai diman sebuah informasi menyebar dari satu orang ke yang lainnya. Saya pun juga ikut membagi temuan-temuan saya di internet bagi teman-teman saya, untuk selanjutnya disebarkan lagi ke jaringan orang lain. Fitur berbagi inilah kehebatan FB yang membuatnya menjadi sukses luar biasa dalam waktu singkat, bahkan menyikut keras Friendster keluar dari arena jejaring sosial yang dulu menjadi hegemoninya.


Jadi, penting tidaknya Facebook bukan ditentukan oleh FB namun ditentukan oleh orang-orang di dalam jaringan sosial Anda. Jika mereka hanya berbagi kegiatan yang sedang mereka lakukan tapi tidak pernah berbagi informasi atau berita umum, ini menunjukan kalau sudah waktunya bagi Anda untuk mencari lagi orang-orang yang bisa memberikan hal-hal penting bagi diri Anda sendiri. 

Filed under  //  berbagi   bosan   Facebook   jejaring sosial   jenuh  

Comments (0)

Jun 4 / 8:16am

Keluh kesah Facebook: Penggunaa Foto dan Nama Yang Tidak Pantas

Belakangan ini, saya agak kesal manakala mendapatkan permintaan Facebook dari orang-orang yang berpikir kalau mereka mengenal saya. Kekesalan saya muncul lantaran orang-orang yang mengirimkan permintaan itu menggunakan identitas yang tidak saya kenali, seperti, memasang foto tokoh kartun, foto anaknya yang masih bayi, foto yang tidak jelas (buram), dan bahkan menggunakan nama yang asing di telinga saya. Hal seperti ini saya pandang menyebalkan karena terkesan mereka tidak serius, meremehkan, untuk masuk ke dalam jejaring sosial yang saya bangun dalam Facebook. Anehnya, bila permintaan tidak saya konfirmasi, mereka menganggap saya sombong. Apabila orang tersebut adalah orang yang saya kenal, seperti teman kerja, maka saya tidak akan berlama-lama untuk mengkonfirmasi permintaannya. Tapi jika permintaan itu datang dari teman waktu sekolah--SD, SMP, SMA, universitas--yang telah lama tidak pernah saya temui, saya jadi memiliki kesulitan tersendiri untuk memberikan konfirmasi. Setelah lama tidak bertemu, orang sering kali lupa akan nama dan wajah temannya.

Karena itu, adalah suatu hal yang penting bagi pemilik akun Facebook untuk selalu menggunakan foto wajahnya sendiri dan nama pribadinya. Hal tersebut penting karena akan menimbulkan kesan bahwa Anda tidak menganggap remeh orang yang menerima permintaan Facebook dari Anda. Sikap ini menunjukan kalau Anda serius dan bersungguh-sungguh untuk menjadi bagian dari jejaring sosial yang dimiliki oleh teman Anda. Penggunaan nama yang aneh seperti tokoh kartun atau nama anak sendiri dan penggunaan foto bayi Anda bukanlah hal yang sopan. Ingat, Anda yang memiliki akun Facebook, bukan anak Anda. Anda boleh saja beranggapan kalau saya adalah teman lama di sekolah. Tetapi, setelah sekian lama berpisah, saya pasti sudah kehilangan kenangan akan nama atau ciri-ciri fisik Anda. Oleh sebab itu, gunakanlah selalu identitas pribadi yang sesungguhnya. Gunakanlah nama pribadi dan foto pribadi. Berkaitan dengan foto pribadi, pastikanlah bila foto yang Anda gunakan adalah foto yang jelas. Ini berarti foto Anda menunjukan dengan baik wajah Anda, sedikit manipulasi, tidak gelap ataupun kabur.

Saya sendiri termasuk tipe orang yang menghafalkan identitas orang lain bukan dari nama melainkan dengan menghafal ciri-ciri fisiknya; gemuk, kurus, pendek, tinggi, rapih, berantakan, gondrong, tahi lalat di wajah, jerawatan, cantik, seksi, muka alim, tampang belagu dan kenangan yang saya miliki dengan orang tersebut. Saya ingat kalau Rizki Nugroho itu orangnya tinggi, suaranya lantang, dan sering dipanggil Gepeng. Dwi adalah anak perempuan yang seksi dan bahenol. Saya ingat kalau Arie memiliki nama panggilan Ceker dan punya suara yang keras dan sering tertawa terbahak-bahak. Putri itu adalah primadona sekolah yang memiliki kulit yang terang. Saya mengingat Chika sebagai teman sekelas yang memiliki potongan rambut pendek ala cowok. Meskipun sudah puluhan tahun tidak bertemu, Donald saya masih saya kenang karena dia adalah teman pulang pergi sekolah sewaktu saya SD dan memiliki nama yang unik. Carla juga masih dalam ingatan karena ibunya adalah teman akrab ibu saya dan keluarganya pernah memberika seekor anjing kepada saya dan adik saya. Dalam hal nama, saya biasanya hanya hafal nama dari orang-orang yang saya sering temui, entah di masa kini atau masa lalu. Saya pribadi tidak ingat semua nama teman sekelas saya waktu sekolah dulu. Tapi, saya selalu mengingat mereka yang akrab dengan saya--teman semeja, teman pergi dan pulang sekolah atau teman nongkrong.

Oleh sebab itu, bagi Anda yang mengenal saya dan ingin masuk dalam jaringan sosial saya di Facebook, saya minta agar Anda menggunakan nama pribadi dan memasang foto diri Anda yang sesungguhnya. Di dalam akun Facebook saya ada tiga permintaan sahabat Facebook yang masih belum saya konfirmasi. Satu orang tidak saya konfirmasi karena orang tersebut tidak kunjung memasang foto dirinya, masih pakai ikon Facebook. Padahal saya dan orang tersebut memiliki empat sahabat mutual! Dua orang lagi bahkan berbagi lebih dari 10 sahabat mutual dan tetap belum saya konfirmasi. Alasan saya sederhana: satu orang memasang foto dari objek berupa bola dan satu lagi memasang foto bayinya. Saya lebih suka bersahabat dengan manusia bukan dengan bola. Jika memang kita adalah teman, alangkah bersahabatnya bila kalian menggunakan foto kalian yang sesungguhnya. Kalian bilang saya kuper, tidak gaul. Sekarang, kalian obrak obrik Facebook milik orang asing dan lihat berapa banyak orang bule yang menggunakan foto aneh-aneh. Lihat itu orang Eropa, Arab, Latin,  dan Amerika menggunakan foto wajah mereka sebagai foto profil Facebook. Sedikit sekali yang menggunakan foto avatar, tokoh kartun, hewan peliharaan, ataupun bayi. Apa pernah lihat David Zuckerberg menampilkah foto profil dari tokoh kartun kesukaannya?

Filed under  //  bersahabat   David Zuckerberg   Facebook   foto profil   nama   permintaan   sahabat   santun   teman lama  

Comments (1)

Mar 29 / 8:49am

Tagging Somebody in A Note or A Photo: An Issue among Facebook Users

Recently, a friend of mine wrote in his FB that he’s annoyed by the behavior of some of his FB friends. He is annoyed by his friends who often tag him in their notes of photos. This isn’t new to me for I also do the same thing. I do it because I note that others do the same thing. In the first place, FB users can upload photos and publish note in their FB account. To be able to share their photos and notes with fellow FB friends, users can tag people that appear in their photo collection or mentioned in their notes. Just type your friends’ name and they’ll be notified by FB the minute they log in. Originally, this feature is good for sharing photos or notes. By having yourself tagged in a photo or a note, the photo or the note can appear in your account although you do not create it yourself. Lately, many FB users “maximize” this tag feature. A single photo can be tagged with 40 names without having any of those names exist physically in the photo, a practice common among teenagers, as happens to my teenage friends. The same thing also happens with published notes. I sometime see my friend’s name tagged in a note. But after four times of reading, I still cannot find his name in the note at all. So, what’s the point of tagging a person in a photo or a note if they don’t exist at all in either one? Well my dear friend, your comment arouse a personal curiosity and as a result I provide you with two reasons behind this unique new trend of friend tagging among FB users.


FB users tag their friends’ name in photos or notes to inform them about their new post. When you write what’s on your mind, your friends can give comment and you’ll be notified almost instantly. It also applies to your own photos or notes. FB itself has an instant notification feature that lets you know about your friends’ comment of your photos, videos or notes. That notification feature is right at the lower right screen of your active window. Unfortunately, whenever your friend post a note, photo, or video you will be less aware of it. It happens because FB does not notify you trough that unique feature. You only learn your friends recent activities updates from your FB homepage. It should not be a difficult thing to track your friends’ latest notes or photos if you have only 40 friends in your network circle. On the other hand, it’s a real problem when you have 100 or 300 friends in your circle. How can you follow your 300 friends activities while you are busy with your own work? Can you do that when you have 24 internet access? Unlikely. It’ll be more problematic if you’re don’t even have the luxury of round the clock internet access. The problem is compounded by your 200 friends activities that fill a whole page of your FB status updates. Your friends take quizzes, join groups, become a fan of ..., etc. Can you keep on track of those activities? Will you scroll your window way down just to see the development of your friends’ status? Then, it is predictable that FB users unconsciously ignore updates not relevant nor interesting to them. Yet, they won’t ignore anything in the status updates that has their name. Therefore, it’s not a wonder when your friend tag your name in their notes or photos to inform you of their new post. Because your name is tagged, the notification window in the lower right will flash its red bubble and you’ll be alerted instantly. The appearance of your name in your friend’s note or photo will automatically grab your attention thus attract you to look into further.


Besides getting your attention, your friends tag you to invite your comments. I see this fact among my friends who work as photographers. They sometime post photos in their album and tag it with their friends name just to get comment on it. Sometime they do it on real purpose, other times they just want to have fun with it. Junior photographers often tag my friends in their photos. For example, a junior photographer tag my friends--Aero, Nyo Just, and Ayez--in his/her landscape photo of Borobudur Temple. For what? They’re not in the picture. Well, apparently, she/he did that to invite my friends comment. Maybe this beginner wanted to know if the picture was good enough or not. Indirectly, she/he asked these professional photographers to give suggestions about her/his photo; Is there any flaw in it?, Should I improve it? Did I get the angle right? Do you like the composition? Is it good? FB users also tag your name in their notes for similar reason. They want to know if you agree or not with her/his writing. They may also want to know if you can contribute your own thought about their notes. In case of my notes, I never tag my friends without any purpose at all. When I post a note about education, I usually tag my friends who work in education world or my friends who have become parents themselves. Likewise, whenever I post a note about my review of books I have read, I tag those who share similar interest. If I post a note about culinary delight of Depok, I tag my friends who live outside Depok because I’m promoting a nice restaurant or a great food stall around Depok. 


Yes, it’s true that people mostly tag their friends name in their photos and notes to get their attention. However, it’s not right to think that it’s the sole purpose. The other reason of this unique behavior is to invite comments, whether you are interested or not. On the other side, I don’t agree if one labels this behavior as Tag Spam. No. This tagging thingy is not a spam. FB is not the same as Email Inbox. With your email inbox, you don’t always know the content of a strange email when the subject is left blank. In FB, you know what’s inside your friend’s note even when there’s no title of it. Talking about spams, with 200-300 friends in your soc-net, you have massive stream of info of your friends activities; he just took this quiz, she joined that group, three of your friends are fans of bla bla bla, Judy commented on Juda’s photo. Aren’t those things kind of spams? You aren’t forced to read or see it if your name is tagged in your friend’s note or photo. If you like the preview, click the link. If you don’t, don’t click, as simple as that. Apart from it, you should be glad when your name is tagged in a photo or a note, doesn’t matter if you appear or not. It’s a kind of appreciation, a respect. You are tagged because your friends think that you are important. You’re so special for them that you deserve to be tagged because the info might be of your interest. Surely, you still reserve the right to look further or to neglect the note or photo. It’s your freedom and the freedom is right at you index finger. Cheers :)

Filed under  //  Facebook   Issue   Tag a name   Tag spam  

Comments (0)