Mengapa Kalian Perlu Memakai Macintosh
Halo kawan-kawan. Bagaimana kabar kalian? Sebentar lagi kalian akan menjadi mahasiswa bukan. Saya harap kalian sudah menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan. Satu dari banyak hal yang dibutuhkan calon mahasiswa seperti kalian sekarang ini adalah komputer portabel, laptop atau notebook. Yak, di masa kini hampir semua mahasiswa memerlukan laptop, terlepas dari jurusan yang ia pilih dan tempat kuliahnya. Dari semua merek komputer yang beredar di pasaran saat ini, saya merekomendasikan kuat Apple MacBook sebagai laptop yang penting dimiliki oleh kalian para mahasiswa baru. Merek yang satu ini saya rekomendasikan dengan alasan
MacBook memiliki rancangan yang elegan, sederhana, dan sekaligus bergaya, trendy. Saya tidak akan berpajang lebar tentang hal ini, silahkan klik tautan ini, http://bit.ly/TUq5o, http://bit.ly/ZnwLE, dan nikmati keindahan laptop Apple. Begitu indahnya komputer buatan Apple, kita juga bisa melihat komputer ini dalam banyak filem ternama seperti The Devil Wears Prada, Le Chevalier du Ciel, John Tucker Must Die, Just My Luck, I Am Legend, Die Hard 4.0, dll. MacBook adalah komputer yang memiliki spesifikasi teknis yang tinggi. Banyak komputer beredar luas di pasar dengan iming-iming harga murah namun memiliki spesifikasi rendah. MacBook memang tidak murah, 13 juta rupiah, tetapi dia tidak pelit dalam memberikan produk yang bagus. Dengan harga 13 juta, kalian sudah mendapatkan komputer dengan spesifikasi:
- layar 13 inci (cukup adem di mata)
- hard disk 120 Gb, minimal, hingga 500 Gb, maksimal (bayangkan berapa ratus foto, lagu, tulisan yang bisa disimpan).
- RAM 2 GB (wuih, nggak ada istilah lemot), dan itu minimum
- prosesor Intel Core 2 Duo 2.2 GHz (cepat bo)
- Superdrive (DVD R/RW/ROM, CD R/RW/ROM, Dual Layer DVD R/ROM). Apa itu DVD Dual Layer? Itu adalah DVD dengan dua lapisan yang memungkinkan ia menyimpan data dua kali lebih besar, 8.3 Gb.
- Daya tahan baterai, dalam kondisi baru, mencapai 4 jam non stop. Untuk mengetik, berselancar di internet, dan mendengarkan lagu pada saat bersamaan sudah cukup.
- Wi-Fi ready
- Bluetooth
- SD Card Reader; untuk kalian yang senang berfoto ria.
Luar biasa, dengan 13 juta kalian sudah mendapat satu komputer yang memberikan kalian banyak kemampuan. Banyak komputer murah yang dijual, namun tidak semua memberikan spesifikasi selengkap di atas. Notebook Apple memiliki sistem operasi terhandal, Macintosh OS X aka. Leopard (versi 10.5.7). Dari pengalaman saya memakai MacBook selama tiga tahun terakhir ini, saya merasakan bahwa OS Macintosh adalah sistem operasi yang luar biasa. OS ini memiliki daya tahan baik. Saya jarang sekali mengalami hang, bisa dihitung dengan jari. Ketika saya melakukan banyak kegiatan sekaligus--mengetik, internetan, dengerin lagu, melakukan sedikit modifikasi foto--jarang sekali Macintosh mengalami kendala seperti lemot atau hang, sampai harus tekan Ctrl+Alt+Del. Ini terjadi lantaran Apple menganut falsafah bahwa perusahaan komputer yang membuat software harusnya juga membuat komputernya sendiri. Karena itu, Mac OS X teruji lantaran Apple membangun komputernya sendiri agar dapat menjalankan OS Macintosh dengan baik. Keuntungan lainnya, Macintosh sedikit mendapat ancaman dari virus komputer. Ini terjadi karena OS Mac dibangun dalam bahasa UNIX, berbeda dengan Windows. Dampaknya, hal ini membuat OS relatif kebal pada virus komputer lantaran mayoritas virus menyerang Windows karena virus itu dibangun dalam bahasa ... Selain memiliki OS yang handal, setiap komputer Apple dilengkapi aplikasi pendukung yang lebih baik daripada PC. Untuk setiap pembelian komputer Apple, Anda sudah mendapatkan aplikasi standar seperti iLife, Text Edit, Quicktime, dll. iLife adalah nama untuk kumpulan aplikasi seperti Mail (aplikasi pengelola e-mail), iMovie (aplikasi pengolah dan penyunting, edit, video), iDVD (aplikasi pembakar video), iWeb (aplikasi pembuat website pribadi), iPhoto (aplikasi pengelola and pengolah foto), iCal (pengelola kalender untuk kegiatan-kegiatan pribadi), iChat (aplikasi chatting), dan tentu saja iTunes (pengelola lagu dan video digital serta Podcast). iPhoto bisa disamakan seperti ACD See. Namun, iPhoto memiliki kelebihan seperti photo management, photo editing, dan juga kemampuan ekspor ke dalam bentuk slideshow, video quicktime, pengubahan ukuran foto. Oh ya, iPhoto juga bisa mengunggah, upload, foto kalian ke Facebook. Buat kalian yang senang membuat filem sendiri dengan kamera video pribadi, iMovie dan iDVD akan membantu kalian dalam berkreasi. Kalian suka mendengarkan MP3, iTunes akan mempermudah dalam melakukan manajemen koleksi lagu, video, dan Podcast di komputer. Kesaksian saya mengenai iLife adalah “Creativity meets simplicity.” iWeb dapat disamakan dengan Frontpage, iCal dan Mail serupa dengan Microsoft Outlook. Bedanya, iLife kalian dapatkan dengan gratis beserta dengan pembelian komputer. Sedangkan Outlook dan Frontpage harus dibeli karena satu paket dengan Microsoft Office. Windows Movie Maker? Ah, lupakan saja itu. Saya ragu bila Movie Maker bisa berpadu dengan Windows Media Player. Bagaimana dengan aplikasi Office. Apple memberikan produk khusus bernama iWork yang disertakan dengan komputer namun sifatnya berupa percobaan, trial, selama 30 hari. Setelah 30 hari, aplikasi tidak dapat dipakai kecuali kalian membelinya untuk mendapatkan nomor serial produk. Oh ya, selain aplikasi bawaan, pengguna Mac juga bisa menemukan banyak aplikasi tambahan dari pihak ketiga yang tersebar di internet, ada yang berbayar dan ada juga yang gratis. Komputer Apple dapat menjalankan Windows, Vista ataupun XP 3. Meskipun Macintosh 10.5.7 aka Leopard adalah sistem operasi resmi dari Apple, MacBook juga bisa menjalankan sistem operasi Windows Vista atau XP 3. Dan bilamana diperlukan, MacBook juga siap untuk menjalankan Windows 7 yang pada saat ini sedang dalam pengembangan. Hal ini dapat terjadi semenjak Apple memutuskan untuk menggunakan prosesor Intel. Selain itu, di dalam OS Leopard sudah ada aplikasi bernama Bootcamp. Aplikasi ini memungkinkan kalian untuk berganti sistem operasi kapan saja kalian menginginkannya. Fitur ini berguna sekali buat pengguna awal yang masih dalam proses adaptasi. Komputer Apple memiliki garansi internasional yang dapat diperpanjang. Untuk semua produk komputernya, Apple memberikan garansi internasional selama satu tahun. Dengan adanya garansi ini, pemilik komputer Apple--laptop ataupun desktop--dapat melakukan klaim garansi di manapun juga manakala komputernya mengalami masalah. Agar lebih jelas, garansi ini memungkinkan kalian yang membeli MacBook di Indonesia melakukan klaim servis di luar negara Indonesia. Misalnya, Anisa membeli MacBook di Indonesia dan satu ketika pergi ke Perancis sambil membawa laptop Apple. Apabila MacBook kesayangan Anisa tiba-tiba bermasalah saat dia sedang di Paris, Ica tinggal membawa Mac-nya ke servis resmi Apple, Authorised Service Provider (ASP), terdekat. ASP Perancis akan memberikan servis resmi secara cuma-cuma. Selain garansi internasional, Apple memberikan kesempatan bagi para pemilik komputer Apple untuk memperpanjang garansinya hingga dua tahun. Sebagai contoh, Haula membeli MacBook pada bulan Juli 2009. Sesuai kebiasaan yang berlaku, garansi resmi yang diberikan hanya 1tahun. Ini berarti laptop Ola dijamin hingga Juli 2010. Tetapi, dengan membeli APP, Apple Protection Plan, Ola dapat memperpanjang garansi Mac-nya hingga Juli 2013. Wow, garansi tiga tahun. Berapa merek komputer yang memberikan kemewahan seperti ini? Komputer Apple memiliki lebih banyak aksesoris pendukung yang dibuat oleh perusahaan pihak ketiga, seperti, pelapis keyboard, stiker pelindung touchpad, stiker pelindung body, pelindung layar, kaki kecil untuk komputer (Speedball/Snapball) Merek komputer lain tidak ada yang menikmati kemewahan seperti ini. Bagusnya lagi, hampir semua toko yang menujual produk Apple secara resmi menyediakan semua aksesoris yang tadi disebutkan. Kalau tidak percaya, silahkan datangi toko penjual resmi produk Apple (Apple Premium Reseller)--iBox, EMAX, eStore, Zoom, Infinite--yang ada di mal-mal terkenal seperti Plaza Indonesia, PIM, Pacific Place, MTA, SenCi, dan Plaza Senayan. Indonesia sudah memiliki komunitas Macintosh dengan aggota yang sangat banyak. Di Indonesia sudah ada kelompok seperti id-Mac dan id-Apple. Khusus id-Mac, komunitas ini sudah mendapatkan pengakuan dari Apple pusat di AS. Komunitas id-Mac juga terdapat di internet seperti grup Facebook dan juga mailing-list, milis, di Yahoo. Lewat milis ini, para anggota bisa bertukar pertanyaan, tips dan trik, info, curhat tentang hal-hal yang berkaitan dengan Macintosh. Selain kegiatan di dunia maya, id-Mac juga rutin melakukan pertemuan bulanan, kopi darat, di tempat umum seperti mal atau kafe. Enaknya pertemuan rutin ini, para anggota memiliki kesempatan lebih banyak lagi untuk berdiskusi tentang Mac dan juga bertukar pikiran secara langsung mengenai hal-hal yang berkaitan dengan teknologi. Keuntungan tambahan lainnya adalah berbagi aplikasi unik yang berguna untuk pemakai Mac atau berbagi update untuk program-program Apple. Mitos tidak benar tentang komputer Apple
Mac terlalu mahal. Banyak komputer PC yang lebih murah.
Betul Mac mahal. Namun, mahalnya Mac hanya untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang, Mac justru murah. Lihat, spesifikasinya tinggi sehingga tidak perlu sering upgrade; RAM-nya tinggi, HD-nya besar, prosesor Intel-nya cepat, daya tahan baterai ideal, rancangannya elegan dan trendy (tidak lekang dimakan jaman). Lagipula, spesfikasi tinggi ini membuat kalian tidak perlu takut ketinggalan jaman meskipun merek lain sudah bersalin rupa. Banyak orang berkata, “Buat apa Bluetooth? Yang penting bisa Wi-Fi.”
Lantas bagaimana kamu mau transfer foto atau lagu dari komputer ke ponsel atau sebaliknya? Hari gini komputer nggak punya Bluetooh? “Buat apa sih Superdrive?”
Hmm, kamu tidak akan pernah tahu kapan akan membutuhkannya bukan? Superdrive memungkin pemilik Mac untuk membaca dan juga menulis DVD format Dual Layer. Meskipun, kemungkinan untuk menggunakannya kecil bukan berarti hal tersebut tidak berguna sama sekali. Daya tahan baterai 4 jam. “Masih kurang, Lenovo dong bisa 6 jam”
Memangnya kamu mau ke hutan sampai lebih memikirkan daya tahan baterai daripada kegunaan komputer buatmu.Komputer Mac untuk desain grafis doang.
Salah besar. Mac juga dapat dipakai untuk bekerja atau belajar. Microsoft Office untuk Macintosh tersedia. Apple bahkan membuat iWork sebagai Office khusus untuk Mac. Tahu filem “The Inconvenient Truth”? Percaya atau tidak, filem itu dibuat dengan Keynote, semacam PowerPoint, yang merupakan bagian dari Mac. Saya sendiri selalu menggunakan MacBook untuk mendukung pekerjaan saya. Ilmah, masih ingat video kompilasi sejarah musik Rok? Tahukah kamu kalau video itu dibuat dengan Mac. ;) iWork adalah Office versi Apple. Tapi produknya hanya bisa dipakai selama 30 hari dan setelah itu tidak berfungsi. Bagusan PC sudah dapat MS Office gratis.
Bohong besar! iWork itu sama dengan MS Office, keduanya adalah produk berlisensi. Kalau ada PC pakai Office gratis dan dapat dipakai lebih dari 30 hari, itu berarti PC tersebut menggunakan produk bajakan. Office gratis di internet hanyalah yang sifatnya open-source seperti Open Office atau Neo Office. Mac harganya mahal. Servisnya pasti mahal juga.
Harga mahal tidak berarti servis mahal. Harus dingat, kententuan servis tergantung dari tingkat kerusakan yang dialami oleh komputer. Lagipula, jaminan garansi internasional memberikan pengguna Mac kelegaan karena Mac-nya dapat diservis di negara manapun. Macintosh itu programnya beda dari Windows. Kamu tidak akan bisa beradaptasi.
Bohong sekali. Saya juga pengguna aktif Windows. Adaptasi saya dengan Macintosh hanya makan waktu 2 minggu. Kalaupun ada perbedaan, paling-paling cuma penggunaan istilah atau nama yang berbeda. Buat kalian yang pelajar, saya perkirakan cuma butuh waktu sebulan untuk adaptasi. Lagipula, keberadaan milis justru memberikan keuntungan tambahan untuk konsultasi. Apalagi, jago-jagonya Mac juga punya akun di Facebook, bisa Wall-to-Wall deh. Satu lagi hal baik dari produk Apple adalah pelayanan purna jual dari para Apple Reseller di Indonesia yang baik. Berapa sering kalian pernah membaca keluhan mengenai layanan purna jual kurang baik untuk produk Apple di kolom Surat Pembaca pada koran ternama?
16 comments
Saya memang membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mengomentari tulisan saya di blog pribadi ini. Yang penting, siapa saja yang memberikan pendapat memiliki kewajiban tidak tertulis untuk bertanggung jawab pada pendapatnya. Oleh karena itu, saya mau memberikan tanggapan terhadap beberapa hal yang ada dalam tulisanmu.
Terlebih dahulu saya akan menjelaskan latar belakang artikel ini. Tulisan ini sebenarnya saya tujukan kepada teman-teman saya di FB yang baru saja lulus SMA dan beranjak masuk ke pendidikan tingkat tinggi seperti kuliah. Seperti yang sudah-sudah, tulisan yang saya buat di FB juga saya kirimkan ke blog saya di Postereous. Umumnya, laptop yang dibeli mahasiswa adalah PC. Jarang sekali yang ada, berani, membeli Mac. Lewat artikel inilah saya berusaha menunjukan alasan-alasan mengapa Mac perlu dimiliki oleh teman-teman saya yang akan menjadi mahasiswa baru. Hal-hal dalam tulisanmu yang saya tanggapi adalah,
Pertama,
Menurut gue kok tulisan ini rada bias, berat sebelah dan kurang objektif ya? Umm.. Maksud gue umumnya mahasiswa kan pake duit bokapnya ya kalo mo beli2 begituan. Kasian euy kalo ngeluarin sampe 12 juta 'cuma' untuk laptop doang, di taon pertama lagih. :)
Esai ini mengambil bentuk persuasif. Karena itu tujuannya memang berusaha untuk mempengaruhi. Jadi, bukanlah hal aneh jika tulisan ini menjadi bias. Kalau saya menghindari sikap bias, harusnya saya juga membandingkan Macintosh dengan PC, yang berarti esai ini berubah menjadi esai komparatif. Akan tetapi, tujuan artikel ini justru untuk mempengaruhi teman-teman saya guna memperhatikan dan tertarik untuk membeli Mac daripada PC. Sama sekali tidak ada niat saya untuk membandingkan kedua OS ini. Secara keseluruhan, tulisan ini tidak membicarakan Windows sama sekali, toh semua orang sudah tahu dan sudah memakainya. Sedangkan Mac, berapa banyak artikel tentang Mac yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan tersebar di internet?
Betul, mayoritas mahasiswa di Indonesia masih belajar atas biaya orang tua mereka. Tapi jangan salah, saya juga tahu mahasiswa-mahasiswa baru yang bisa beli laptop PC macam Vaio atau Fujitsu hingga 13 juta lebih di tahun pertama.
Kedua,
Lenovo IdeaPad G430 330: (DualCore, 2GB DDR2, 320GB HDD, DVD-RW, WiFi, Bluetooth, Intel GMA4500 VGA, Camera, 14.1" Wide (USD600) + Windows XP Original (USD146), totalnya 'cuma' USD746. Kalo pake kurs 10.700 ~ 8.728.200.
MB White, harganya 11.999.000 (Apple Store). Bedanya 3juta lebih! Jadi argumen "Banyak komputer murah yang dijual, namun tidak semua memberikan spesifikasi selengkap di atas" sepertinya layak dipertimbangkan. ;)
Betul ada selisih 3 juta dalam hal perbandingan harga Lenovo IdeaPad dan MacBook. Tapi jangan lupa, ukuran layar MacBook 13,3” Wide. Biasanya, makin kecil layarnya makin mahal harganya. Selain itu, MacBook tidak hanya datang dengan OS Mac Leopard (10.5.7), Rp1.800.000, tapi juga dilengkapi dengan aplikasi iLife ’09, kira-kira Rp1.500.000. Bagaimana dengan PC, adakah aplikasi pendamping Windows XP semacam iLife? Jangan lupa, harga mahal juga disebabkan MacBook masih dilengkapi port Firewire, yang berguna untuk transfer data kecepatan tinggi dengan external HD, serta optical drive macam Superdrive. Mac mahal karena alasan yang bisa dipertanggung jawabkan, bukan sekedar gengsi-gengsian.
Ketiga,
Masalah nge-hang atau bluescreen sih emang udah trademark XP tapi perlu dinfokan juga bahwa Mac juga bukannya nggak pernah ngehang lho! ;)
Saya tidak pernah mengatakan Mac tidak pernah hang dalam artikel saya. Berikut adalah kutipan dari artikel di atas, “Saya jarang sekali mengalami hang, bisa dihitung dengan jari.” serta “...jarang sekali Macintosh mengalami kendala seperti lemot atau hang, sampai harus tekan Ctrl+Alt+Del.” Silahkan dibaca lagi paragraf ke empat dari artikel aslinya.
Keempat,
Lagian kalau nggak macem2, pake OS + software original sepertinya lancar2 aja deh.
Apakah semua PC yang ada di Indonesia memakai OS asli yang berlisensi. Untuk laptop, saya pikir mayoritas menggunakan Windows asli tapi desktop? Bicara software orsinal, nah ini dia? Windows-nya asli sedangkan Office bagaimana? Asli jugakah?
Kelima,
Perlu dicatat juga bahwa kalo Apple Protection Plan (APP) itu ada biaya tambahannya yang sebesar hampir 4 juta-an kalo gak salah (terakhir gue beli 3jt-an). Plus rasanya juga perlu diinfokan bahwa harga asesoris Mac tuh pasti "di atas rata2" kan? ;)
Ehm, Sepanjang artikel, kata Mac yang dipakai merujuk pada MacBook, contoh yang saya berikan juga mengarah ke MacBook. Kalau kamu sampai keluar duit sampai 3 jutaan berarti Mac yang dibeli bukan MacBook (laptop) tapi iMac atau Mac Pro (desktop). Jika benar begitu, tidak heran kamu keluar duit begitu banyak lantaran spesifkasi kedua jenis Mac tersebut tinggi. APP untuk MacBook saya adalah 1,6 juta rupiah. Mahal memang, namun kamu memiliki ketenangan untuk jangka waktu 3 tahun, panjang bukan. Adakah layanan seperti itu dari Sony, Toshiba, Acer, NEC, dll? Jika ada, saya yakin harganya tidak mungkin di bawah 500 ribu rupiah.
Keenam,
Maaf ya, ini pendapat pribadi lho. Cuma rasanya kita2 yang relatif lebih paham urusan beginian harusnya bisa memberikan informasi yang lebih objektif ke general users. Jangan sampai misleading, karena resikonya bisa ngebalik. Lagian, seperti gue bilang, kasian ortu-nya. IMHO. :)
Keterangan yang saya berikan dalam artikel ini sudah diusahakan obyektif.
• Harga Mac mahal, 13 juta rupiah (apa ini kebohongan?)
• OS Mac Leopard handal dan berpadu dengan paket aplikasi seperti iLife ’09.
• OS Mac Leopard relatif aman dari ancaman virus
• Spesifikasi tinggi
• Ada jaminan purna jual yang terjamin
• Aksesoris banyak untuk laptop tersedia di toko-toko penjual resmi Apple. Harga tidak disebutkan karena begitu banyak jenis aksesoris yang dijual dan saya sendiri bukan pedagangnya. Bagaimana dengan PC, berapa banyak vendor yang menyediakan aksesori untuk laptop PC? Di mana mereka bisa mencarinya?
• Garansi bisa diperpanjang dengan cara dibeli (memang saya tidak memberitahukan harga, tapi perpanjangan garansi adalah sebuah pilihan, bukan keharusan).
• Jadi, apanya yang menyesatkan (misleading)?
Dan seperti yang saya katakan sebelumnya, esai ini bertujuan untuk mempengaruhi, persuasif. Tidak ada terlihat dalam artikel ini usaha-usaha untuk menyembunyikan kebenaran. Nah, kalau pembaca tertarik untuk membeli Mac berdasarkan artikel ini, maka itu sepenuhnya pilihan mereka. Dan jika pembaca artikel ini tidak tertarik untuk membeli Mac, itu juga sepenuhnya hak mereka.
Oww.. persuasif toh? Thanks udah menjelaskannya. Mungkin harus eksplisit dijelaskan ya di tulisannya bahwa ini persuasif. Soalnya seperti saya bilang, takutnya ada (dan saya kira akan banyak) yang salah persepsi seperti saya.. :)
Saya pikir cukup banyak tulisan tentang Mac dalam bahasa Indonesia sekarang ya? http://www.makemac.com salah satunya. Ada juga forum2 MWI, id-Mac-nya Anda, www.imajalah.com dan lain2. Saya sendiri (walopun cuma average users dan ngerti Mac kulit2nya doang) sering mencoba berbagi informasi mengenai mac di blog saya atau di FB. Contohnya ini: http://tr.im/phne
Makin kecil ukuran layar makin mahal? Ah yang bener? Gue pikir harga lebih ke overall performance, ya nggak sih? Kalau begitu Macbook Pro 17" harusnya bisa cuma 8jtan dong? ;) Ehehe..
Tapi sudahlah, nggak perlu ngebahas specs secara detail. Yap memang benar semakin lengkap specs-nya maka akan semakin mahal. Kalau saya menyarankan ke yang baru mau beli sih lebih ke arah "kebutuhan berbanding dengan harga". Ada firewire atau graphic card NVIDIA GeForce rasanya ya percuma kalau 'cuma' dipakai untuk ngetik tugas atau buka FB.. :) Tapi kalau mampu beli sih ya silahkan, mudah2an kepake juga semua fiturnya..
Masalah OS yang error mungkin sebaiknya pembaca blog juga harus dikasih link ke sini: http://tr.im/phrA atau mungkin ke artikel mengenai Mac-nya Jeffrey Zeldman yang kacau balau setelah update 10.5.7: http://tr.im/phrj ?
Kalo untuk OS berlisensi ya kita ngomongnya kondisi ideal dongs? Saya balik tanya: iWork-nya gimana? Makanya harga Windows original juga saya sertakan. Tapi BTW, seberapa banyak juga sih user Mac yang pakai software bajakan? Wong sekarang tinggal ke Ambasador banyak kok yang udah dibundle jadi satu DVD. :)
APP 1.6? Wah.. elo beruntung banget! :D Gue dah kebagian harga yang updated euy: http://store.apple.com/id/product/MA519FE/A?mco=NjcxODYyMA . MacbookPro (eh yang ada slot SD-nya MBPro kan ya?) - lebih mahal lagi: IDR3,759,000! Kalo mahasiswanya mau beli minggu depan pastinya nggak bisa dapet APP harga setaon yang lalu kan?
Yap.. sebenarnya ada protection plan untuk beberapa merek: Acer Advantage atau HP Accidental Damage Protection kalo gak salah. Kalau harga emang sih tetap aja jutaan. Kalo ketersediaan di Indonesia.. humm harusnya sih kalau beli resmi pasti tersedia. Don't know juga sih..
At the end, benar sekali yang elo bilang:
"Kalau pembaca tertarik untuk membeli Mac berdasarkan artikel ini, maka itu sepenuhnya pilihan mereka. Dan jika pembaca artikel ini tidak tertarik untuk membeli Mac, itu juga sepenuhnya hak mereka."
Cuma itu yang bisa kita lakukan, menyediakan informasi yang mudah2an bermanfaat buat yang belum tahu dan mau beli laptop karena sharing ilmu adalah pahala.. :)
Thanks + regards
Untuk sedikit informasi, kalo targetnya mahasiswa tetap yang disarankan menggunakan notebook baik itu osnya linux ataupun windows. Alasan paling gampang karena harga. Karena semua perangkat tambahan di mac memiliki harga khusus.
Untuk sebuah kasus, gw ingin melakukan extension monitor, gw harus melakukan pembelian perangka DVI ke port monitor yang harganya lumayan. Dan lebih parahnya lagi DVI antara macbook white dan macbook unibody itu berbeda. Sedangkan untuk notebook hal itu tidaklah perlu. Cukup plug and play.
Jadi intinya lo beli mac itu targetnya kemana, kalo untuk menjadi seorang designer gw sarankan mac :) tapi kalo untuk games, chat, facebook, nonton atau mengetik mending pikir sekali lagi.
Anda sangat bias sekali saat mengatakan notebook yang baik itu adalah Linux atau Windows. Alasan harga menurut saya sangat dangkal sekali, the song remains the same. Tolong berikan lagi alasan yang lebih baik daripada harga. C_D, Capeeee Deeee. Dari dulu harga terus yang dijagoin. Ketahuan kalau PC kekurangan alasan untuk mempertahankan dirinya. Di luar negeri harga yang dijagoin, di Indonesia harga juga yang dijagoin.
Kalau mahasiswa mau pakai Mac untuk menunjang kegiatan kuliahnya, saya persilahkan dengan senang hati. Siapa bilang Mac buat desain doang. Tuh, mahasiswa Amerika Serikat di kampus-kampus banyak yang pakai Mac. Teman saya kuliah di Ohio University jurusan Pendidikan memakai MacBook. Teman kuliahnya yang berasal dari Jepang, Amerika Latin, dan Eropa juga memakai MacBook. Saya lihat sendiri fotonya di FB. Penasaran, silahkan klik Flickr atau Google Image untuk melihat foto-foto mahasiswa AS atau negara lain yang memakai Mac.
Buat pembaca yang lain, pakai Mac untuk chatting, games, FB, dan nonton adalah halal. Jika Anda punya kemampuan untuk membeli, beli saja. Jangan biarkan pendapat yang mengatakan Mac hanya untuk desain grafis. Siapa tahu, kalian yang tadinya nggak minat ke desain grafis jadi tertarik untuk belajar, :)
Saya bukan pecinta windows atau semacamnya, karena saya menggunakan 3 operating system :) windows, linux dan kadang-kadang mac (karena basicnya freebsd).
Di awal tulisan bung todo memberikan target kepada para mahasiswa untuk membeli mac, mungkin bung todo jangan membandingkan dengan tingkat membeli antara negara di sana dengan disini yang sebagian mahasiswanya masih menggunakan uang orangtuanya.
Mengapa masalah harga menjadi penting disini, apapun ceritanya sebuah barang akan disesuaikan dengan harga yang dimiliki dan bagaimana kemampuan membeli serta apa yang akan digunakan. Saya nggak akan melarang orang untuk membeli mac pro dengan harga 23jt sekalipun bila memang dia membutuhkan. Tapi untuk mahasiswa mungkin ada baiknya memikirkan kegunaan dan harga.
Untuk masalah kelebihan dan kekurangan semua produk pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dan hal tersebut bakal panjang untuk dijabarkan. Sekarang kita lebih ke tujuan dari penggunaan barang dan lama penggunaan barang.
Untuk masalah lo mau buka apa semuanya terserah kok, nggak ada yang larang. Saya juga buka browser dengan console tetap nggak ada masalah kok. Atau buat scripting dengan vim console juga nggak ada trouble. Jadi kembali ke tujuan yang ingin dicapai.
Yup kalo udah nyinggung daya beli ya itu kasus khusus. Gue rasa juga temen2 mahasiswa Bung Todo yang pake Mac itu bukan mahasiswa kebanyakan karena bahkan di sana, harga Mac memang di atas rata2.
Logikanya ini: http://tr.im/piko Ngapain dong Mac bikin promosi beli MB dapet iPod atau ngasih discount macem2 kalau mayoritas mahasiswa disana pake Mac? Baek hati? Come on deh.. ;)
Jaman susah begini nggak bisa dipungkiri kalo harga harus disesuaikan dengan kegunaan dan daya beli.
Kecuali mampu beli ya nggak dosa lah. Masih SMA juga kalo bokapnya mampu dan mau beliin MacbookPro 17" seharga $2499 'sekedar' ngerjain PR mengarang Bahasa Indonesia atau untuk main PetSos di FB juga nggak masalah.. :)
Intinya sih adik2 mahasiswa kalau bisa jangan deh sampai kejebak jadi fanboy.. ;)
Owh.. gue juga nggak anti Mac kok. Sampe sekarang masih ngimpi punya iPhone 3G + iMac 20".Sumpah! Masalahnya kembali lagi, belum mampu beli sekarang2 ini. Masih harus ngumpulin duit dulu dengan susah payah.. :)
Regards.
Saya melihat benang merah dari komentar kalian sebelumnya. Dari komentar kalian, tersirat bahwa mahasiswa Indonesia agak diragukan kemampuannya untuk membeli MacBook lantaran mereka masih bergantung pada sokongan finansial orang tua mereka. Dalam tanggapan kalian juga terkandung pesan agar beban orang tua dalam membiayai kuliah anak mereka tidak bertambah, maka dianjurkan agar sebaiknya calon mahasiswa baru Indonesia tidak membeli Mac dulu.
Biarpun begitu, saya tetap berpendapat bahwa MacBook adalah pilihan tepat untuk mahasiswa berdasarkan argumentasi yang sudah saya babarkan di artikel awal. Meskipun harga Mac mahal, manfaat yang mereka terima pada jangka panjang justru lebih banyak. Mac sangat berguna sekali untuk mahasiswa jurusan apa saja. Kegunaannya juga tidak terbatas. Selain untuk mengetik tugas dan internetan, Mac dapat dipakai untuk menjelajahi kreativitas pribadi mahasiswa dengan paket iWork--Pages, Keynote, Numbers--dan iLife--iMovie, iDVD--serta juga beberapa aplikasi gratis untuk Mac yang bertebaran di internet seperti Skitch, Gimp, Scribus, MpegStream Clip, iSquint, dll.
Tidak seorangpun menyangkal bahwa keputusan pembelian yang dibuat konsumen disesuaikan dengan daya beli dan kegunaan barang tersebut baginya. Dan mengenai laptop, posisi saya adalah tetap merekomendasikan Mac sebagai laptop yang perlu dibeli oleh mahasiswa baru. Bahwa pembelian Mac nantinya dianggap membebani keuangan keluarga si mahasiswa, itu tergantung dari perhitungan yang akan dilakukan dengan seksama oleh mahasiswa dan orang tuanya. Keputusan akhir pembelian tetap ada di tangan mahasiswa baru tersebut dan orang tuanya.
Walau orang lain berpendapat laptop PC sebagai pilihan baik untuk mahasiswa baru. Saya katakan laptop Macintosh, MacBook, sebagai pilihan terbaik.
Thanks & regards.
saya pengguna PC sejak tahun 1987, sewaktu saya masih kelas 1 SMP - sampai dengan 5 tahun yang lalu. boleh dibilang saya PC minded dan kebetulan beberapa software khusus yang saya pakai saat itu hanya ada versi PCnya.
saya bukan programmer, bukan juga seorang hacker. saya hanya seorang 'advanced user'.
5 tahun yang lalu saya membeli sebuah Powerbook 12inch dengan alasan portabilitas. saya ingat sekali harganya waktu itu sekitar 14 juta rupiah lebih sedikit. dalam hitungan 2 minggu saya bisa fasih menggunakan Mac & saya heran bahwa konsep penggunaannya sangat 'user friendly'.
sebagai ujicoba, saya jadikan ayah saya (sekarang beliau sudah almarhum) sebagai pengguna. ayah adalah seorang 'anti perkembangan' alias gaptek sejati. ilustrasinya kira-kira begini; beliau punya email tapi untuk membaca & membalas email tersebut, ibu saya akan mem-print email diatas kertas, lalu ayah saya baca dan kemudian dibalas. bagaimana cara membalasnya? beliau akan menulis balasannya diatas kertas yang di print tadi dan ibu saya yang akan mengetik membalas email tersebut.
oke, cukup cerita mengenai ayah saya & sekarang kembali ke masalah Mac. ayah saya ketika itu hanya saya kasih Powerbook saya dan saya 'uji' beliau untuk membuka & membalas emailnya. sudah tentu saya yang mensetting account pop mail nya, kalau tidak beliau pasti nggak ngerti kan?
ajaib, hanya dalam hitungan hari beliau fasih menggunakan Powerbook saya. dan yang saya lebih kaget, beliau tiba-tiba sudah bisa membaca email laporan dari staffnya di kantor dan membalasnya segera
kemudian setelah saya pakai selama 5 tahun saya kagum dengan kehandalan produk Mac. Powerbook saya boleh dibilang hampir tidak pernah mati (bahkan kalau saya bawa-bawa powerbook hanya saya sleep agar tidak perlu ada proses booting) dan benar-benar dipakai habis-habisan. uniknya lagi sampai hari ini batre Powerbook saya masih bisa bertahan sekitar 1,5 jam lebih.
sejawat saya yang membeli laptop seharga nyaris sama (15 juta kurang) sudah mengalami crash yang tidak terhitung, hilang data karena virus sudah jadi makanan bulanan dan dia mengeluh bahwa sejak 2 tahun yang lalu laptopnya sudah ketinggalan jaman. batre sudah tidak bisa dipakai lagi alias harus nyolok listrik dan 'bolot'nya kemampuan laptop tersebut memang seakan jadi tolok ukur kadar kesabaran anda.
apakabar Powerbook saya setelah 5 tahun? tidak ada yang berubah, yah paling-paling warnanya makin kusam dengan keyboard yang mulai mengelupas dan mulai baret disana-sini akibat pemakaian yang agak 'kelewatan'. bolot? nggak juga tuh.. batre masih oke, sampai hari ini belum pernah kena virus dan percaya atau tidak, Powerbook saya BELUM pernah hang sejak saya buka dari kardusnya.
jadi setelah 5 tahun perbedaan itu sungguh terasa. harga nyaris sama tapi daya tahan sungguh berbeda.
baru-baru ini saya membeli Macbook Pro 15inch karena mata saya yang mulai siwer.. Powerbook saya kemana? ya masih saya pakai ketika saya harus melakukan bussines trip. wong enteng, masih kenceng dipakainya, masih enak dipandang dan... it's a Mac gitu loh!!!


Gue pengguna Mac sekaligus PC dan anggota MWI juga. :) Menurut gue kok tulisan ini rada bias, berat sebelah dan kurang objektif ya? Umm.. Maksud gue umumnya mahasiswa kan pake duit bokapnya ya kalo mo beli2 begituan. Kasian euy kalo ngeluarin sampe 12 juta 'cuma' untuk laptop doang, di taon pertama lagih. :)
Bandingannya gini. Kita ambil laptop yang specs-nya rada2 mendekati MB White (asumsi gue itu MB White ya, karena yang pake SD slot setau gue MBPro dan harganya nyaris 15jt di Apple Store) :)
Btw, Ini gue ngambil data dari Bhinneka + internet:
Lenovo IdeaPad G430 330: (DualCore, 2GB DDR2, 320GB HDD, DVD-RW, WiFi, Bluetooth, Intel GMA4500 VGA, Camera, 14.1" Wide (USD600) + Windows XP Original (USD146), totalnya 'cuma' USD746. Kalo pake kurs 10.700 ~ 8.728.200.
MB White, harganya 11.999.000 (Apple Store). Bedanya 3juta lebih! Jadi argumen "Banyak komputer murah yang dijual, namun tidak semua memberikan spesifikasi selengkap di atas" sepertinya layak dipertimbangkan. ;)
Masalah nge-hang atau bluescreen sih emang udah trademark XP tapi perlu dinfokan juga bahwa Mac juga bukannya nggak pernah ngehang lho! ;) Lagian kalau nggak macem2, pake OS + software original sepertinya lancar2 aja deh. Termasuk juga mengenai virus. memang virus PC jauhhh lebih banyak, tapi kalau browsingnya nggak macem2, pasang anti-virus yang updated dan hati2 kalau tukar menukar media flashdisk dengan teman, rasanya relatif cukup aman.
Software bawaan juga sepertinya cukup lengkap di Windows XP (MovieMaker, Outlook Express, MediaPlayer) walaupun memang nggak selengkap OSX. Tapi gue rasa banyak juga free-apps di internet. VLC, WinAmp, Avast, Chrome, Thunderbird, Firefox, dsb.
Perlu dicatat juga bahwa kalo Apple Protection Plan (APP) itu ada biaya tambahannya yang sebesar hampir 4 juta-an kalo gak salah (terakhir gue beli 3jt-an). Plus rasanya juga perlu diinfokan bahwa harga asesoris Mac tuh pasti "di atas rata2" kan? ;)
Maaf ya, ini pendapat pribadi lho. Cuma rasanya kita2 yang relatif lebih paham urusan beginian harusnya bisa memberikan informasi yang lebih objektif ke general users. Jangan sampai misleading, karena resikonya bisa ngebalik. Lagian, seperti gue bilang, kasian ortu-nya. IMHO. :)
Gue pribadi, milih antara Mac atau PC itu seperti milih agama. Bisa dibilang, nggak ada nilai objektif yang bisa dijadikan ukuran pasti. Kembali ke preference masing2 dengan membandingkan fakta2 yang ada (dari dua belah pihak). I love my Mac but my PC as well. Buat gue itu cuma tools untuk menyelesaikan pekerjaan.
Sekali lagi, mohon dicatat kalau ini cuma pendapat pribadi, layaknya tulisan ini adalah pendapat pribadi elo. Kita serahkan kepada yang kebetulan membaca untuk mutusin. Jangan sampai jadi debat kusir. :) Punya dana dan Mau pilih Mac, mantap! Mau milih PC laptop juga, nggak masalah.
OK deh. Thanks + regards.
H