Some Personal Thoughts

Some Personal Thoughts

Todo Sibuea  //  I am a systemic anomaly that is inherent to this universe. This is my personal blog where I express my thoughts on matters that cross my mind.

All of my articles here are protected under Copyright Law. If you want to use my article for your particular purpose, please inform me to get my confirmation. If you do get it, don't forget to give credit to me for the article you use.

Jun 4 / 8:16am

Keluh kesah Facebook: Penggunaa Foto dan Nama Yang Tidak Pantas

Belakangan ini, saya agak kesal manakala mendapatkan permintaan Facebook dari orang-orang yang berpikir kalau mereka mengenal saya. Kekesalan saya muncul lantaran orang-orang yang mengirimkan permintaan itu menggunakan identitas yang tidak saya kenali, seperti, memasang foto tokoh kartun, foto anaknya yang masih bayi, foto yang tidak jelas (buram), dan bahkan menggunakan nama yang asing di telinga saya. Hal seperti ini saya pandang menyebalkan karena terkesan mereka tidak serius, meremehkan, untuk masuk ke dalam jejaring sosial yang saya bangun dalam Facebook. Anehnya, bila permintaan tidak saya konfirmasi, mereka menganggap saya sombong. Apabila orang tersebut adalah orang yang saya kenal, seperti teman kerja, maka saya tidak akan berlama-lama untuk mengkonfirmasi permintaannya. Tapi jika permintaan itu datang dari teman waktu sekolah--SD, SMP, SMA, universitas--yang telah lama tidak pernah saya temui, saya jadi memiliki kesulitan tersendiri untuk memberikan konfirmasi. Setelah lama tidak bertemu, orang sering kali lupa akan nama dan wajah temannya.

Karena itu, adalah suatu hal yang penting bagi pemilik akun Facebook untuk selalu menggunakan foto wajahnya sendiri dan nama pribadinya. Hal tersebut penting karena akan menimbulkan kesan bahwa Anda tidak menganggap remeh orang yang menerima permintaan Facebook dari Anda. Sikap ini menunjukan kalau Anda serius dan bersungguh-sungguh untuk menjadi bagian dari jejaring sosial yang dimiliki oleh teman Anda. Penggunaan nama yang aneh seperti tokoh kartun atau nama anak sendiri dan penggunaan foto bayi Anda bukanlah hal yang sopan. Ingat, Anda yang memiliki akun Facebook, bukan anak Anda. Anda boleh saja beranggapan kalau saya adalah teman lama di sekolah. Tetapi, setelah sekian lama berpisah, saya pasti sudah kehilangan kenangan akan nama atau ciri-ciri fisik Anda. Oleh sebab itu, gunakanlah selalu identitas pribadi yang sesungguhnya. Gunakanlah nama pribadi dan foto pribadi. Berkaitan dengan foto pribadi, pastikanlah bila foto yang Anda gunakan adalah foto yang jelas. Ini berarti foto Anda menunjukan dengan baik wajah Anda, sedikit manipulasi, tidak gelap ataupun kabur.

Saya sendiri termasuk tipe orang yang menghafalkan identitas orang lain bukan dari nama melainkan dengan menghafal ciri-ciri fisiknya; gemuk, kurus, pendek, tinggi, rapih, berantakan, gondrong, tahi lalat di wajah, jerawatan, cantik, seksi, muka alim, tampang belagu dan kenangan yang saya miliki dengan orang tersebut. Saya ingat kalau Rizki Nugroho itu orangnya tinggi, suaranya lantang, dan sering dipanggil Gepeng. Dwi adalah anak perempuan yang seksi dan bahenol. Saya ingat kalau Arie memiliki nama panggilan Ceker dan punya suara yang keras dan sering tertawa terbahak-bahak. Putri itu adalah primadona sekolah yang memiliki kulit yang terang. Saya mengingat Chika sebagai teman sekelas yang memiliki potongan rambut pendek ala cowok. Meskipun sudah puluhan tahun tidak bertemu, Donald saya masih saya kenang karena dia adalah teman pulang pergi sekolah sewaktu saya SD dan memiliki nama yang unik. Carla juga masih dalam ingatan karena ibunya adalah teman akrab ibu saya dan keluarganya pernah memberika seekor anjing kepada saya dan adik saya. Dalam hal nama, saya biasanya hanya hafal nama dari orang-orang yang saya sering temui, entah di masa kini atau masa lalu. Saya pribadi tidak ingat semua nama teman sekelas saya waktu sekolah dulu. Tapi, saya selalu mengingat mereka yang akrab dengan saya--teman semeja, teman pergi dan pulang sekolah atau teman nongkrong.

Oleh sebab itu, bagi Anda yang mengenal saya dan ingin masuk dalam jaringan sosial saya di Facebook, saya minta agar Anda menggunakan nama pribadi dan memasang foto diri Anda yang sesungguhnya. Di dalam akun Facebook saya ada tiga permintaan sahabat Facebook yang masih belum saya konfirmasi. Satu orang tidak saya konfirmasi karena orang tersebut tidak kunjung memasang foto dirinya, masih pakai ikon Facebook. Padahal saya dan orang tersebut memiliki empat sahabat mutual! Dua orang lagi bahkan berbagi lebih dari 10 sahabat mutual dan tetap belum saya konfirmasi. Alasan saya sederhana: satu orang memasang foto dari objek berupa bola dan satu lagi memasang foto bayinya. Saya lebih suka bersahabat dengan manusia bukan dengan bola. Jika memang kita adalah teman, alangkah bersahabatnya bila kalian menggunakan foto kalian yang sesungguhnya. Kalian bilang saya kuper, tidak gaul. Sekarang, kalian obrak obrik Facebook milik orang asing dan lihat berapa banyak orang bule yang menggunakan foto aneh-aneh. Lihat itu orang Eropa, Arab, Latin,  dan Amerika menggunakan foto wajah mereka sebagai foto profil Facebook. Sedikit sekali yang menggunakan foto avatar, tokoh kartun, hewan peliharaan, ataupun bayi. Apa pernah lihat David Zuckerberg menampilkah foto profil dari tokoh kartun kesukaannya?

Filed under  //  bersahabat   David Zuckerberg   Facebook   foto profil   nama   permintaan   sahabat   santun   teman lama  

Comments (1)

Jun 2 / 5:12pm

Indonesia Serang Malaysia: Mungkinkah?

Mungkin saja. Populasi rakyat Indonesia lebih banyak. Jadi, menguasai Malaysia Timur tidak akan terlalu susah. Apalagi faktor militansi rakyat Indonesia lebih tinggi, karena sudah biasa hidup dalam kesusahan dan kegetiran. Akan timbul banyak korban, namun Indonesia tetap unggul. Yah, itu adalah hasil analisa yang sekilas saja. Sayangnya, siang-siang Indonesia sudah saya perkirakan tidak akan mampu mengalahkan Malaysia. Sekedar menyerang saja sih bisa. Saya akan memaparkan beberapa alasan mengapa Indonesia tidak akan mampu menang melawan Malaysia meskipun mampu menyerang duluan.

Pertama, Malaysia adalah anggota negara persemakmuran. Jadi, kalau Malaysia diserang makan selurung anggota persemakmuran akan turut membantu Malaysia. Indonesia akan menghadapi tiga front paling tidak. Di utara ada Singapura dan Brunei. Di selatan ada Australia dan Selandia Baru. Kita belum lagi bicara tentang India yang dapat menyerang dari barat. Singapura walaupun kecil punya armada militer yang bagus (F 16 dan F15), Brunei (idem plus tank Inggris), Australia (F 16, 15, 117 A, Blackhawk, tank dan kapal perang), India (idem plus kapal induk). Mampukan TNI menandinginya? Mustahil.

Kedua, Indonesia tidak mengenal betul wilayah Malaysia. Intelejen Indonesia memang terkenal sekali di tahun 80'an. Sekarang? Siapkah BIN untuk memasok keterangan intelejen yang dapat mendukung operasi militer di Malaysia? Siapkah BIN memberikan keterangan intelejen guna menghadapi kekuatan lima negara? Perang bukan cuma soal armada militer tapi juga intelejen. Israel menang perang enam hari bukan karena peralatan militer yang lebih baik tapi karena dukungan intelejen yang sempurna.

Ketiga, peralatan militer Indonesia tidak akan sanggup menghadapi kekuatan militer dari Singapura, Brunei, Australia, dan India. Kapal selam kita sudah dibesi tuakan, sekarang bahkan jadi pajangan. Skuadron pesawat tempur kita kalah jumlah. Tank-tank sudah tua. Pesawat Hercules kita bahkan lebih tua dan lebih kecil daripada milik Australia. Sudah begitu, armada laut cuma terdiri dari kapal perang sedangkan India sudah punya kapal induk dan kapal selam. Perawatan peralatan militer saja sudah sulit lantaran terbatasnya anggaran militer.

Keempat, logistik militer Indonesia juga sangat diragukan. Pergi berperang adalah satu hal, pasokan peralatan pendukung perang adalah hal lain. Apakah tentara Indonesia punya amunisi yang cukup untuk berperang minimal tiga bulan ke depan. Jangan tentara dikerahkan ke medan perang tapi logistiknya cuma tiga hari. Itu sama saja menjadikan tentara sebagai tumbal. Pesawat tempur, tank, dan kapal perang dikerahkan untuk kemudian dihancurkan oleh musuh dengan mudah. Apa gunanya? Bicara logistik bukan cuma soal peluru tapi juga obat-obatan, bahan bakar, suku cadang perbaikan, dan lain-lain.

Jadi, berdasarkan keempat alasan di atas, saya yakin sekali bila Indonesia tidak akan mampu mengan dalam perang dengan Malaysia. Kita harus sadar bahwa TNI tidak memiliki modal yang mencukupi untuk memulai dan mengakhiri perang. Kita juga harus memperkirakan bahwa Indonesia akan menghadapi kekuatan yang lebih besar daripada yang terlihat. Berhadapan dengan Malaysia, kita HARUS PAKAI OTAK!!! Jangan menjual kalau tidak berani beli. Malaysia tidak mungkin memprovokasi kalau tidak mendapat jaminan akan adanya dukungan dari pihak lain. Karena itu, pihak yang berada di balik tingkah laku Malaysia ini yang HARUS DICARI. Pihak tersebut adalah BIANG KEROK yang sesungguhnya. Malaysia sadar tidak akan bisa menang berperang dengan Indonesia. Tapi, mereka berani bikin setori karena mendapat jaminan akan dukungan dari pihak lain. Dalam situasi ini. sikap pemerintah yang tetap berkepala dingin adalah yang terbaik. Tunggu sampai Malaysia menjual baru kita beli. Cara seperti ini akan memberikan alasan baik bagi Indonesia untuk melakukan aksi militer. Yang berkoar-koar agar pemerintah mengambil tindakan tegas untuk menyerang Malaysia adalah AGEN PROVOKASI yang sesungguhnya. Orang-orang yang mengkampanyekan aksi ganyang Malaysia adalah penghasut yang harus diwaspadai. Bukan tidak mungkin mereka adalah agen asing yang dibayar untuk menjerumuskan bangsa ini. Capres-cawapres yang berkampanye agar pemerintah bertindak tegas hingga melakukan aksi militer terhadap negara Malaysia adalah pasangan yang sangat layak untuk TIDAK DIPILIH.

Filed under  //  amunisi   BIN   front   Indoenesia   konfrontasi   logistik   Malaysia   militer   negara persemakmuran   TNI AD  

Comments (37)

May 29 / 6:58am

kenapa at megabowo memilih MEGAWATI! :D #jokes on Twitpic

wa kak kak kak :D

Filed under  //  Megawati   Prabowo Subianto  

Comments (0)

May 29 / 2:30am

Apple vs. Microsoft - A Website Usability Study | Webdesigner Depot

Great comparison and contrast. Still, Apple is the best, :)

Filed under  //  Apple   comparison and contrast   Microsoft   usability   Websigner Depot   website  

Comments (0)

May 22 / 4:07am

Membangkitkan Minat Masyarakat Untuk Menggunakan Angkutan Umum


Kira-kira sebulan yang lalu, saya mendapatkan sebuah surel di kotak surat FB saya dari Grup “Agar Jakarta Tidak Macet”. Si pemilik grup mengirimkan surat yang menanyakan pendapat pribadi dari anggota grup mengenai usulan penyelesaian masalah kemacetan kronis di kota Jakarta. Bagi saya, penyelesaian terbaik untuk kemacetan di Jakarta adalah angkutan umum, satu hal yang saya percayai dari dulu sampai sekarang. Yang menjadi masalah, meskipun sudah tersedia fasilitas angkutan umum dalam beragam jenis, masyarakat Jakarta masih saja menggunakan kendaraan pribadi untuk alat gerak pribadi mereka. Hal ini terjadi karena masyarakat memiliki minat yang rendah terhadap moda transportasi umum yang ada saat ini. Seandainnya masyarakat mau meninggalkan kendaraan pribadi mereka di rumah dan menggunakan kendaraan umum sebagai alat transportasi, kemacetan di jalan raya dengan sendirinya akan berkurang. Berdasarkan analisa pribadi, membangkitkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi pribadi dapat dilakukan dengan lewat penyediaan angkutan umum dalam jumlah yang banyak, adanya evaluasi serius terhadap kelaikan angkutan umum, perbaikan layanan terhadap penumpang, penilaian berkala terhadap operator angkutan umum dan pemberian subsidi pada tarif penumpang angkutan umum.


Pemerintah, daerah dan pusat, harus mampu menyediakan sarana transportasi umum dalam jumlah yang banyak. Jumlah yang banyak berarti untuk setiap jenisnya, unit yang disediakan harus mampu melayani kebutuhan pengguna transportasi tersebut. Contohnya, angkutan darat seperti bus besar dalam kota--Patas, Patas AC--jumlahnya masih sedikit. Tidak jarang seorang penumpang dari Depok harus menunggu lebih dari lima belas menit untuk dapat menaiki sebuah patas yang bertujuan Jakarta. Keberadaan kendaraan pelengkap bus besar seperti Metro Mini, Kopaja, Miniarta, Sukma Jaya, Deborah,--juga sedikit. Padahal mikrobus dapat menjadi pelengkap untuk bus Patas yang ukurannya terlalu besar untuk jalan-jalan kecil di Jakarta. Moda kereta jalur JaBoDeTaBek juga mengalami perkara yang kurang lebih sama. Harusnya setiap 15 menit sekali ada kereta yang mampir di setiap stasiun untuk mengambil penumpang. Kenyataan yang ada, kereta sering kali datang terlambat atau mengalami gangguan teknis sehingga kedatangan kereta di setiap stasiun menjadi 30 menit sekali dan bahkan 45 menit sekali. Penambahan armada angkutan umum, untuk setiap jenisnya, menjadi krusial karena itu akan membuat daya angkut menjadi lebih besar. Seandainya setiap 5 menit atau 10 menit ada kereta atau bus yang datang untuk mengangkut penumpang, masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk dapat sampai ke tempat tujuan. Peningkatan armada akan mempengaruhi tingkat kedatangan angkutan umum. Makin tinggi kekerapan kedatangan angkutan umum, makin banyak pula masyarakat yang terangkut olehnya. Makin sering bus atau kereta datang, makin yakin masyarakat untuk menggunakan alat transportasi umum. Imbasnya, orang memiliki sedikit alasa untuk menggunakan kendaraan pribadi milikknya karena tahu ia setiap saat dapat memilih transportasi yang ia inginkan.


Masyarakat akan lebih tertarik menggunakan angkutan umum apabila pemerintah lebih serius dalam melakukan evaluasi, rutin dan mendadak, terhadap kelaikan kendaraan-kendaraan yang digunakan oleh perusahaan angkutan umum yang resmi beroperasi di jalan. KIR yang dilakukan selama ini terkesan hanya formalitas belaka. Buktinya, walau sudah berkali-kali dilakukan KIR masih banyak terjadi kecelakaan di jalan raya yang melibatkan angkutan umum. Kebanyakan dari kecelakaan itu bersumber dari tidak terpeliharanya angkutan umum yang beroperasi di jalan raya--ban yang botak, rem yang blong, sistem kemudi yang rusak, rangkat yang sudah berkarat. Razia yang dilakukan DLLAJR sebaiknya jangan cuma mengincar kendaraan-kendaraan niaga tapi juga angkutan umum. Mereka juga jangan hanya memeriksa kelengkapan surat kendaraan tapi juga harus memeriksa kelengkapan dari kendaraan itu sendiri. Periksa ban Angkot dan Mikrolet-kembangnya masih dalam atau tidak. Perhatikan itu bus-bus besar atau kecil, bisa tidak kendaraan itu memperlambat laju dengan baik dengan menggunakan rem. Kendaraan yang didapati tidak laik jalan pada saat dilakukan razia harus “dikandangkan”. Kendaraan tersebut tidak boleh beroperasi sampai kekurangannya diperbaiki. Kondisi bus Patas dan mikrobis yang hilir mudik saat ini juga harus diperbaiki. Bus-bus tersebut banyak yang sudah mengalami pengeroposan di bodi kendaraannya. Besi-besi pada pintu mobil dan badan mobil sudah berkarat. Besi pegangan di bus seperti Patas atau Metro Mini sudah mulai copot dari tempatnya, karena murnya hilang atau las-nya patah. Pintu-pintu di gerbong kereta banyak yang rusak dan tidak dapat ditutup. Kendaraan angkut kecil macam Mikrolet atau Angkot tidak luput hal serupa. Usaha perbaikan terhadap sarana angkutan umum--pengecatan ulang pada bodi, penggantian suku cadang kendaraan, pembelian unit kendaraan baru--akan berdampak besar pada perubahan sikap para penumpang. Apabila mobil yang dinaiki berada dalam kondisi yang baik, secara kasat mata, orang pun merasa nyaman berada di dalamnya. Dan jika kendaraan angkutan umum yang beroperasi laik jalan, maka masyarakat pun lebih tenang hatinya dan mau beralih menggunakan alat transportasi umum. Dampaknya, orang pun suka naik kendaraan umum.


Mutu layanan yang bagus terhadap penumpang juga salah satu hal yang mampu membangkitkan minat masyrakat untuk lebih aktif menggunakan angkutan umum. Yang perlu menjadi perhatian dari pemerintah dan, pada khususnya, operator angkutan umum adalah kenyamanan para penumpang. Masa kini adalah saatnya untuk memberlakukan larangan tegas terhadap keberadaan pengamen dan pedagang asongan di dalam bus, kereta, dan angkutan kecil macam mikrolet dan angkot. Keberadaan mereka di dalam bus, mikrolet, dan kereta bukannya mempermudah penumpang melainkan mengganggu dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Tidak perlulah mengingkari fakta kalau tidak semua pengamen benar-benar mengamen, pengasong benar-benar mengasong, dan pengemis benar-benar mengemis. Sebenarnya, semua operator angkutan umum setuju dengan hal ini. Namun, pelaksanaan di lapangan selalu jauh panggang dari api. Meskipun sudah dibuat larangan, masih saja pengamen, pengemis, dan pedangang asongan naik ke kendaraan umum, bisa dengan mencuri masuk atau memaksa masuk ke dalam bus. Cara mereka bisa dengan pemaksaan dengan ancaman yang dilakukan sendiri atau bekerja sama dengan preman jalanan. Dalam hal ini, posisi awak bus seperti sopir dan kenek menjadi sangat lemah. Mereka ingin menegakan peraturan tetapi nyawa mereka terancam. Pada titik inilah peran polisi sebagai aparatur pemerintahan dalam urusan keamanan diperlukan. Polisi dapat mengambil inisatif dalam mengatasi keberadaan pengemis, pengamen dan pedagang asongan di dalam bus atau mikrolet. Jika di dalam bus didapati pengasong atau pengamen, polisi bisa langsung turun tangan meminta mereka turun dari kendaraan umum. Agar ada efek langsung, Polisi juga perlu dibekali peraturan yang memungkinkan mereka untuk langsung mengenakan denda pada pedagang atau pengamen yang tertangkap tangan. Pada moda kereta, Polisi Khusus KA (Polsuska) juga dapat melakukan hal serupa seperti melarang kereta berjalan sampai para pedagang dan pengemis turun dari setiap gerbong. Penempatan Polsuska juga jangan hanya di dalam kereta AC tapi juga perlu dilakukan dalam kereta Ekonomi.


Pemerintah perlu melakukan penilaian berkala terhadap operator-operator angkutan umum di Jakarta yang hasilnya wajib diberitakan kepada khalayak umum. Penilaian berkala yang harus dilakukan meliputi aspek pelayanan, kelaikan unit transportasi yang dimiliki, dan ketrampilan pengemudi angkutan. Untuk urusan pelayanan penumpang, tim penilai dapat menyebarkan angket kepada penumpang angkutan umum secara acak. Penilaian kelaikan angkutan umum bisa dilakukan tim peneliti di bengkel yang ditunjuk khusus atau di garasi pemeriksaan milik pemerintah. Untuk urusan ketrampilan pengemudi angkutan umum, dapat dilakukan lewat uji ketrampilan mengemudi di bawah pengawasan Polisi dan Asosiasi Mengemudi Difensif Indonesia (AMDI). Operator angkutan umum yang mendapat nilai tinggi dari hasil penilaian layak untuk diganjar penghargaan oleh pemerintah. Caranya bisa lewat pemberian plakat penghargaan, pemberitaan di media massa, pemberian subsidi, dll. Untuk operator angkutan yang mendapat nilai rendah, tim penilai bisa memberikan hukuman dalam bentuk pengawasan ketat selama setahun atau dua tahun. Dalam kurun waktu itu, operator diminta agar meningkatkan kinerjanya menjadi lebih baik lagi. Bila si pemilik tidak dapat memenuhi target, maka pemerintah wajib memberikan hukuman berupa penghentian ijin operasi angkutan umum hingga penutupan perusahaan (likuidasi). Agar adil dan dapat dipertanggung jawabkan, kelompok penilai sebaiknya berasal dari pemerintah, polisi, DLLAJR, pakar angkutan umum, akademisi, YLKI, dan perwakilan masyarakat otomotif. Untuk menjamin konsistensi penelitian, pemeriksaan berkala ini selain dilakukan secara terjadwal juga harus dilakukan secara mendadak dan acak. 


Minat penumpag terhadap angkutan umum juga bisa ditingkatkan lewat pemberian subsidi pada tarif resmi bagi para penumpang agar tarif angkutan umum menjadi lebih terjangkau dan rasional. Jangan biarkan Organda mengatu-ngatur tarif sesuka hati berdasarkan pendapat sepihak dari para pengusaha bus. Penumpang, sebagai konsumen, juga harus didengar suaranya dalam penentuan tarif penumpang. Pemerintah, Organda, peneliti dan perwakilan penumpang perlu duduk bersama dalam perundingan manakala muncul usulan untuk kenaikan tarif. Keputusan akhir dari perundingan dapat diamil lewat cara pemungutan suara. Nantinya, pelaksanaan keputusan harus dipatuhi oleh semua pihak yang telah berunding. Kalau ada yang melanggar, tindak dengan tegas! Tarif yang bersahabat dan realistis, sesuai dengan kondisi yang dialami penumpang, akan membuat orang tertarik untuk menggunakan transportasi umum. Untuk angkutan Kereta, PT KAI sudah cukup berhasil dalam memberikan tarif angkutan yang rasional bagi penumpang. Namun lain halnya dengan angkutan umum macam bus dan mikrolet. Untuk mikrolet, tarif yang ditanggung penumpang tergantung dari jarak. Di Depok, untuk jarak dekat penumpang membayar antara 1500 hingga 2000 ribu rupiah. Untuk jarak jauh, tarifnya justru bervariasi. Tarif penumpang dari Depok ke Parung belum tentu sama dengan tarfi dari Depok ke Kp. Rambutan misalnya. Perbedaan harganya bisa dari Rp4000 hingga Rp6000,-. Tarif bus Patas AC juga tidak kalah mahalnya, Rp5000 sekali jalan. Ini juga tidak diiringi jaminan bila bus tidak mogok di tengah jalan atau AC tidak berneti berfungsi secara tiba-tiba. Hal ini terjadi karena tarif ditentukan dengan semena-mena oleh Organda karena mereka hanya menghitung tarif dari sudut pandang pengusaha angkutan umum tapi tidak peka dengan kondisi hidup yang dialami penumpang. Kalian susah? KAMI LEBIH SUSAH LAGI!!!!! Gila betul kalau orang sampai menghabiskan 50 ribu rupiah setiap hari hanya untuk transportasi. Dengan gaji 1,5 juta rupiah setiap bulan, lebih banyak uang gaji yang terserap ke ongkos daripada untuk kebutuhan hidup. Tidak heran kalau orang sekarang berpaling ke kendaraan pribadi, contohnya, ramai-ramai beli sepeda motor. Mayoritas masyarakat melakukan ini karena mereka telah berhitung kalau pengeluaran pribadi mereka dengan transportasi pribadi seperti sepeda motor ternyata lebih murah daripada menggunakan kendaraan umum. Kecele kalian organda BRENGSEK!!!


Kemacetan di Jakarta dapat berkurang seandainya masyarakat mau lebih aktif menggunakan transportasi umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi secara ekstensif. Hal ini pasti tercapai apabila masyarakat memiliki sedikit alasan untuk menggunakan mobil atau sepeda motor mereka. Lewat penambahan jumlah angkutan umum, peningkatan kelaikan angkutan umum, peningkatan layanan angkutan umum, peilaian rutin dan pemberlakuan subsidi terhadap tarif penumpang akan tercapai kondisi dimana masyarakat hampir tidak memiliki alasan untuk menggunakan kendaraa pribadi mereka. Karena tidak memiliki banyak alasan, maka para penumpang pun pasti berpaling pada bus, kereta, dan mikrolet dalam urusan transportasi. Saya setuju dengan solusi three-in-one namun saya tidak setuju dengan tarif jalan raya elektronik (Electronic Pricing Road), pemberlakuan nomor ganjil dan genap apalagi kampanye penggunaan sepeda. Untuk yang pertama dan kedua, saya ragu apabila pemerintah memilik alat dan sumber daya manusia yang dapat melakukannya. Sedang yang ketiga, hey, jalanan macet karena sudah terlalu banyak kendaraan, kalian malah menambahnya lagi dengan unit kendaraan sepeda. Permintaan kalian untuk jalur khusus sepeda, SINTING!!! Nanti, tukang bakso minta jalur khusus, tukang besi bekas minta jalur khusus, odong-odong juga minta jalur khusus. Jalur Busway saja sudah bikin jalan sempit dan macet, masih minta pula jalur khusus sepeda, >:P. Angkutan umum adalah solusi utama dan tepat untuk kemacetan di Jakarta, lainnya TIDAK! 


PS: Oh ya, satu lagi. Semua usulan di atas akan berjalan dengan mulus dan baik apabila Organda DIBUBARKAN! Dari dulu semua usulan di atas sudah dikemukakan dalam berbagai bentuk dan kesempatan namun semuanya menjadi kandas di tangan Oganda. Keberadaan organisasi ini bukannya mengembangkan angkutan umum di Indonesia menjadi bermartabat dan berwibawa melainkan menjadi organisasi yang merendahkan martabat dan wibawa penumpang. Apa tindakan Organda terhadap operator angkutan umum yang sering terlibat kecelakaan lalu lintas? Apa kerja Organda terhadap peningkatan mutu layanan terhadap penumpang? Organisasi ini cuma keras suaranya setiap kali terjadi kenaikan bensin. Begitu bensin naik, mulut kalian jadi leeebarrr luar biasa menuntut kenaikan ongkos angkutan. Belum lagi ada pengumuman resmi, ongkos sudah dinaikan. Tapi begitu harga bensin turun, kalian paling lama membuat pengumuman resmi untuk penurunan tarif (Eh, emang ada pengumumannnya?). Organisasi ini cuma memikirkan kepentingan para pengusaha angkutan tapi tidak peduli akan nasib pemakai angkutan umum. Agar semua usulan di atas dapat terlaksana baik, langkah pertama adalah pembubaran Organda.

Filed under  //  Agar Jakarta Tidak Macet   angkot   angkutan umum   DLLAJR   FB   KAI   kereta   KIR   Mikrolet   Patas   Patas AC   Polisi   transportasi massal  

Comments (0)

May 17 / 2:12am

Cinemassacre's Top 10 Shoot'em Up Movies

Keren banget. Bukan filem laga namanya kalau nggak pakai jedar-jeder-jedor.

Tapi, Hot Shot: Part Deux, XD. Are you joking me? Rambo 4 is brutal, the most pointless movie. But the message, don't fuck with Rambo.


However, the list miss these movies:

  • The Matrix
  • Hot Fuzz
  • Rambo 2
  • The Untouchables: The final shoot out at train station?

Comments (0)

May 12 / 9:57pm

Air New Zealand staff have nothing to hide

They really have nothing to hide, :)

Comments (0)

May 6 / 9:34pm

Best and Worst Brain Foods on Yahoo! Health

Boleh juga dicoba nasihatnya.

Comments (0)

May 6 / 9:12pm

Disney Star Wars Weekend Posters are Awesome! (13 Total) - My Modern Metropolis

Funny posters.

Filed under  //  Disney   posters   Star Wars  

Comments (0)

May 1 / 2:52pm

Ulasan Novel Grafis “300”

Tahukah Anda akan filem 300? Penggemar filem ini pastinya tahu kalau filem ini diangkat dari novel grafis buah karya Frank Miller. Tapi belum tentu semua tahu bila kisah pertempuran heroik orang Sparta ini sebelumnya telah diangkat ke layar lebar di tahun 70’an. Dalam sebuah wawancara televisi, Frank Miller mengatakan bahwa novel grafis karyanya diinspirasikan oleh pengalaman masa kecilnya ketika menonton filem The 300 Spartans. Pengalamannya ini terbawa hingga dewasa dan ketika ia memiliki kesempatan ia pun mengangkat Pertempuran Thermopylae sebagai tema untuk novel grafisnya. Novel grafis ini diterbitkan oleh Dark Horse Book pada tahun 1998 dan telah mengalami cetak ulang sebanyak tiga kali. Cerita ini kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama pada tahun 2007 dan mencetak sukses luar biasa di seluruh penjuru dunia sekaligus melontarkan karir dari sutradara filem Zack Snyder. Sebagai dampaknya, tiba-tiba orang-orang mengemari hal-hal yang berkaitan dengan Sparta, sejarah dan kebudayaanya. Pencarian terhadap sejarah pertempuran Thermopylae menjadi topik utama dalam mesin pencari Google. Meskipun versi filemnya telah dibuat dengan hasil yang luar biasa, novel grafis karya Frank sangat dianjurkan untuk dibaca karena perbedaan menarik dari segi rincian cerita, penggambaran, dan gaya tutur antara versi komik dan layar lebar.


Perbedaan menarik pertama ialah penambahkan rincian-rincian cerita yang tidak ada di dalam komik. Ini dikarenakan cerita dalam komik sangat sederhana. Jika naskah filem dibuat setia dengan komik, filemnya akan menjadi pendek. Sebagai contoh, semua karakter di dalam komik tampil di versi filem, mulai dari Leonidas hingga Ephialtes. Tapi, karakter senator Sparta yang pengkhianat tidak ada di dalam komik. Karakter istri dari Leonidas juga hanya ditampilkan sekali di dalam komik, tidak sebanyak dalam versi filem. Contoh lain, adegan istri Leonidas berpidato di hadapan majelis Sparta tidak dapat ditemukan dalam komik novel. Adegan kala Leonidas melatih anaknya bertarung di bak pasir sama sekali tidak tersua di dalam novel grafis. Bila di komik hanya terdapat pasukan gajah menyerang tembok manusia Sparta, maka di filem ada pula adegan ketika badak mencoba menerjang pasukan Sparta, untuk kemudian mati ditombak Stellios. Meskipun begitu, versi filem berhasil menampilkan. rincian yang bagus dan luar biasa dari adegan pertempuran yang ada di dalam komik. Adegan ketika pasukan Sparta menahan pasukan Persia di koridor sempit tergambar dengan sempurna. Begitu juga saat pasukan Sparta mendesak pasukan Persia hingga terjungkal dari tebing ke dalam laut yang menggelegak. 


Bagian menarik yang kedua adalah penggambaran orang Sparta dalam komik yang sedikit berbeda dengan versi filem. Suasana getir dan guram sangat terlihat dalam guratan garis gambar dan sapuan warna di seluruh halaman. Garis-garis gambar di dalam novel ini sangat tajam dan tegas. Ekspresi wajah dari seluruh karakter prajurit Sparta terkesan keras, serius, dan cenderung muram. Ini berbeda dengan versi filem yang mana para aktor menunjukan raut muka serius, keras dan percaya diri. Selain itu, otot-otot dari para orang Sparta tidak dilukiskan terlalu menonjol seperti yang terlihat di filem. Ada dugaan kalau otot yang terlihat dari diri para aktor filem adalah hasil dari penerapan lukis badan, body painting. Apabila orang Sparta di filem memiliki rambut gondrong sebahu, di dalam komik mereka justru memliki rambut gondrong yang panjang hingga ke punggung. Perbedaan yang paling mencengangkan adalah cara berpakaian orang Sparta. Dalam filem, pasukan Sparta digambarkan hanya mengenakan celana pendek dari kulit dan bertelanjang dada. Di lain pihak, versi novel grafis justru menunjukan kalau pasukan Sparta terkadang telanjang penuh dan hanya membawa tombak, pedang serta perisai. Dalam komik, pakaian lengkap hanya dipakai saat maju berperang. Seandainya pembuat filem memilih untuk setia penuh pada cerita di novel grafis, bisa jadi filem 300 akan mengalami banyak sensor dan bahkan tidak akan pernah masuk ke Indonesia. Sapuan warna yang menghiasi seluruh gambar juga tidak sehalus dalam versi filem, simbol bahwa pertempuran Thermopylae bukan untuk kemenangan tapi untuk keagungan. Warna coklat keemasan yang memenuhi seluruh adegan filem terlihat pula dalam komik, tentunya dalam bentuk yang lebih sederhana. Berbeda dari filem, warna yang dipakai dalam komik lebih pudar. Aspek pencahayaan dalam komik juga lebih temaram dari versi layar lebar. Ini menyiratkan kegetiran dari hasil akhir pertempuran yang sudah diduga sejak awal.


Mengenai gaya tutur, Frank Miller menggunakan gaya tutur naratif dengan sedikit teknik kilas balik. Berbeda dengan versi bioskop, cerita di komik diawali dengan adegan long march yang dilakukan Leonidas dan seluruh anak buahnya menuju Termopylae. Di antara gambar terdapat narasi-narasi pendek yang nampaknya dituturkan langsung dari mulut Dillios, yang juga muncul dalam versi filem. Bahasa yang digunakan orang Sparta termasuk unik karena walaupun terkesan menggunakan bahasa yang indah, kalimat yang dipakai justru pendek dan tegas. Terkadang ada penggunaan kalimat pasif atau kalimat yang dibalik, Subyek di taruh di belakang Predikat dan Obyek, mirip dengan kalimat dari karakter Yoda, Master Jedi dalam Star Wars. Sepertinya Frank Miller mencoba meniru gaya tutur lakonik; gaya bertutur dalam kalimat pendek, terkadang dengan makna tersirat, namun langsung menuju ke sasaran. Sedangkan bahasa yang dipakai oleh karakter-karakter orang Persia justru berbunga-bunga dan berbentuk kalimat panjang. Yang istimewa, beberapa kata dalam setiap kalimat mendapatkan penebalan (bold). Terkesan Frank menginginkan pembaca novel grafis ini untuk memusatkan perhatian pada kata-kata yang ditebalkan saja, tidak perlu membaca seluruh kalimat. Atau bisa juga ini adalah cara si penulis untuk menunjukan penekanan intonasi dari ucapan-ucapan yang keluar dari mulut setiap tokoh.


Pada akhirnya, Xerxes dan seluruh tentaranya memenangkan pertempuran di pinggir teluk setelah bertempur selama tiga hari. Namun, dia harus membayar mahal untuk kemenangan tersebut, 20.000 tentaranya tewas. Di pihak Yunani, 4.700 prajurit gabungan tewas. Leonidas beserta 299 anak buahnya gugur dengan mengenaskan. Pertempuran ini menjadi bukti nyata bahwa hasil latihan keras, keunggulan strategi, dan pemanfaatan kontur medan perang dapat mengatasi keunggulan kekuatan lawan yang lebih besar. Sejarah mencatat, meskipun Xerxes memenangkan pertempuran, ia tidak lagi memiliki kekuatan penuh untuk melanjutkan perang menghadapi seluruh tentara Yunani yang masih banyak dan dalam keadaan segar. Xerxes, mengikuti langkah ayahnya Darius I, terpaksa harus mengubur ambisinya untuk menguasai Yunani. Komik 300 dalam penilaian saya menjadi laksana story board bagi Zack Snyder dalam pembuatan filemnya. Zack sangat diuntungkan dalam hal ini karena ia tidak perlu bersusah payah membuat gambaran dari adegan-adegan yang akan ia buat dalam cerita. Hampir semua yang ada di filem sudah ada di komik. Zack cuma perlu menambahkan bumbu cerita dan karakter sedikit saja. Bagi penggemar fanatik filem 300, novel grafis karya Frank Miller sangat direkomendasikan untuk dibaca atau dimiliki karena bentuk cerita, format dan gaya tutur yang mengesankan. So, come and get it!

                             

Filed under  //  300   Dark Horse Book   Ephialtes   Frank Miller   Leonidas   The 300 Spartans   Xerxes   Zack Snyder  

Comments (0)