Some Personal Thoughts

Some Personal Thoughts

Todo Sibuea  //  I am a systemic anomaly that is inherent to this universe. This is my personal blog where I express my thoughts on matters that cross my mind.

All of my articles here are protected under Copyright Law. If you want to use my article for your particular purpose, please inform me to get my confirmation. If you do get it, don't forget to give credit to me for the article you use.

Jul 16 / 3:29pm

10 Labtop Masa depan[pic] - Kaskus - The Largest Indonesian Community

Luar biasa, sebuah konsep untuk laptop masa depan dari berbagai merek. I think the winner is still Macintosh. Rancangan layar sentuh dan papan ketiknya lebih sederhana dan berkelas. Tapi itu OS kok masih Tiger?

Filed under  //  laptop   Macintosh   masa depan  

Comments (0)

Jul 16 / 3:15pm

Brooklyn Fare’s Packaging and Graphic Design - Eat Me Daily

Aha, a straight attack to Starbucks. :)

Filed under  //  funny quotes   gelas   kantung kertas   rancangan   Starbucks   tisu  

Comments (0)

Jul 6 / 7:07pm

Flickr Photo Download: IE6 denial message for Momentile.com

Ha ha ha, funny anecdotes about IE 6. :d

Filed under  //  annecdote   browser   explorer   firefox   flickr   IE6   safari  

Comments (1)

Jun 25 / 4:36am

Debat Bukan Budaya Orang Indonesia

“Debat Yang Bukan Perdebatan”, kalimat itu adalah headline dari koran Kompas hari Jumat, 19 Juni 2009. Artikel tersebut mengulas acara debat presiden yang dilakukan pada malam sebelumnya yang mana juga disiarkan secara langsung lewat televisi dan radio. Sayangnya, acara debat yang dinanti-nantikan dengan penuh semangat oleh sebagian besar rakyat Indonesia menjadi anti-klimaks dari persaingan sengit dari para capres Indonesia yang selama ini terjadi dalam masa kampanye. Dalam masa kampanye para capres melakukan aksi saling menyerang terhadap hasil kerja masing. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan aksi klaim atas keberhasilan dalam bidang-bidang tertentu--kestabilan ekonomi, program bantuan rakyat kecil, pemberantasan korupsi, penyelesaian konflik antar etnis--serta mengumbar janji-janji mengenai apa yang akan dilakukan saat salah satu dari capres kini terpilih dalam pemilu. Sayangnya, semua hal tersebut seolah sirna begitu saja dalam acara debat capres. Acara saling menyerang antar kandidat presiden dalam hal agenda pemerintahan, prestasi kerja, dan janji politik justru menghilang. Saat satu kandidat membabarkan rencananya apabila nanti terpilih, kandidat yang lain justru mengiyakan pendapat saingannya. Lucunya, setiap kandidat terlihat saling mendukung kebijakan masing-masing. Satu-satunya hal yang dalam kampanye masih bertahan dalam acara debat tempo hari hanyalah aksi sindir menyindir. Kejadian ini menunjukan jelas bahwa berdebat belum lagi menjadi budaya masyarakat Indonesia karena ini adalah hasil didikan sejak kecil, adanya pemahaman yang keliru tentang kegiatan berdebat, dan akibat indoktrinasi falsafah musyawarah untuk mufakat. 


Berdebat bukanlah kebiasaan yang mudah ditemui dalam keluarga Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak di Indonesia dibiasakan secara sadar untuk selalu mendengarkan orang tua. Walaupun seorang anak boleh berpendapat, dia mendapatkan keharusan tidak langsung untuk mengiyakan dan melakukan apa yang dikatakan orang tuanya. Jika anak itu berbeda pendapat, orang tuanya akan memaksakan pendapat mereka pada sang anak, meskipun perkataan anaknya benar. Apabila si anak bersikeras, orang tua menganggap si anak membangkang dan menghukumnya, jika perlu dengan kekerasan. Berbeda pendapat acap kali dianggap sebagai sikap yang tidak sopan dan tercela, terlepas dari tujuan yang ingin dicapai sang anak. Dalam kondisi ini, anak pun tumbuh dewasa dengan kesadaran mereka tidak boleh berbeda pendapat dengan orang tua. Sebagai hasilnya, sering kali terdengar keluh kesah dari anak muda mengenai suara mereka yang kurang didengar oleh orang tua mereka. Selalu kemauan orang tua tetapi bukan keinginan anak menjadi keluhan lazim yang terdengar dari anak remaja. Berdebat dengan orang tua menjadi hal tabu yang tidak hanya ada di dalam ruang lingkup keluarga tapi juga berlanjut hingga ke sekolah, universitas dan juga kantor. Banyak guru di Indonesia yang mudah tersinggung apabila didebat muridnya. Padahal sang murid tidak sengaja melakukannya. Di kampus juga masih terdapat dosen, bahkan yang berpangkat Profesor sekalipun, yang dapat marah bila beradu argumentasi dengan mahasiswanya. Dalam perjalanan saya di komplek FIB UI, saya pernah membaca sebuah imbauan dalam bentuk poster tentang perlunya mahasiswa untuk menjaga tingkat berpikir kritis mereka terhadap perkataan dosen. Mahasiswa diminta lebih mendengar perkataan dosen dan menghargai pendapat mereka. Saya hanya geleng-geleng kepala saat membacanya, tidak menyangka hal seperti ini masih ditemukan di universitas sekaliber UI. Dalam lingkup kerja profesional, jarang sekali ada cerita tentang atasan yang mampu beradu argumentasi dengan bawahannya, staff, atau pegawai rendahan dengan sikap berkepala dingin tanpa kehilangan kendali emosi. Yang lazim terdengar, saat ada perdebatan, atasan jarang mau mendengar dan tetap memaksakan pendapatnya pada bawahan. Sering kali mereka kehilangan emosi dan memaki-maki atau menyindir bawahannya apabila mereka merasa terpojok dalam beradu argumentasi dengan bawahannya. Atasan-atasan seperti ini bukan cuma yang berposisi sebagai mandor atau kepala bagian tapi juga manajer dan bahkan direktur. Anehnya lagi, tidak sedikit pula dari atasan ini yang lulusan dari universitas luar negeri (?).


Debat masih sulit dibudayakan karena masih adanya tiga persepsi keliru tentang kegiatan berdebat. Persepsi keliru pertama adalah debat disalah pahami seperti kegiatan bertengkar. Padahal, debat adalah sebuah dialog yang tidak berbeda jauh dengan perbincangan santai antar teman. Dalam dialog ada tata krama tak tertulis dimana ada yang berbicara dan ada yang mendengar. Saat satu orang berbicara, yang lain haruslah mendengar. Setelah satu orang selesai berbicara, yang lain bisa berganti bicara. Menimpali atau memotong pembicaraan lawan diperbolehkan sesekali. Prakteknya, jika seseorang sedang berdebat, dia cenderung beranggapan lawan bicaranya memancing pertengkaran. Jadilah acara debat di Indonesia diisi oleh aksi saling memotong pembicaraan lawan, tanpa memberikan kesempatan padanya untuk menyelesaikan pendapat, dan memonopoli pembicaraan, bicara terus-menerus tanpa berhenti saat lawan bicaranya masih bicara. Kenyataanya debat, bagaikan dialog santai, dapat menjadi tempat untuk mencurahkan pikiran dan isi hati serta juga dapat menjadi sebuah cara untuk mencari peyelesaian sebuah masalah. Persepsi keliru kedua adalah debat masih dianggap sebagai kegiatan mengalahkan seseorang dalam sebuah acara dialog. Justru debat adalah sebuah dialog tersendiri dimana orang-orang berdiskusi mengenai topik tertentu. Dalam diskusi tersebut, mereka yang terlibat akan saling mengemukakan pendapat mereka mengenai suatu topik sambil menyertakan argumentasi masing-masing. Contohnya, A mengatakan bahwa pendidikan gratis di Indonesia adalah mustahil karena, walau iuran sekolah gratis, seragam dan buku pelajaran tidak gratis. Sebagai lawan bicara, B dan C musti mengemukakan pendapat mereka, entah setuju atau tidak setuju, terhadap pendapat A. Jika B tidak setuju, maka ia harus memberikan argumentasinya. Katakanlah, pendidikan gratis adalah mungkin karena pemerintah bisa membuat anggaran tersediri untuk pengadaan seragam gratis dan buku pelajaran gratis bagi murid sekolah. Persepsi keliru ketiga adalah ketidakmampuan orang Indonesia dalam membedakan pendapat orang dan orang yang berpendapat. Dalam debat akan selalu kita jumpai aksi saling menyerang antar peserta debat, sesuatu yang sebenarnya normal dan alamiah. Karena itu, mereka yang terlibat dalam perdebatan harus mengingat bahwa debat adalah sebuah aksi adu argumentasi. Jadi, yang menjadi target serangan mustinya pendapat orang bukan orangya. Sayangnya, orang Indonesia hanya ingat falsafah debat pada awal perdebatan saja. Begitu acara debat berlangsung lama dan alot, kita mulai menyerang orang yang berpendapat, bukan pendapatnya. Apalagi saat seorang peserta debat mulai terpojok dan tidak bisa mempertahankan pendapatnya sendiri karena argumentasi lawan lebih baik. Akibatnya, terjadilah aksi saling menyerang pribadi peserta debat yang dimulai dengan sindir menyindir, meledek lawan bicara, menghina dan akhirnya berujung pada sumpah serapah dan saling memaki, terkadang juga berakhir dalam adu fisik. Sama sekali tidak terlihat adanya upaya untuk mementahkan atau mematahkan pendapat lawan bicara dengan memberikan argumentasi yang lebih baik dan lebih masuk akal. Sikap berkepala dingin yang harusnya diperlihatkan dalam acara debat sering kali hilang dan berganti dengan sikap emosional seperti berteriak-teriak, adu keras suara. Contoh paling baik bisa kita lihat saat TV One mengadakan acara debat tentang isu Ahmadiyah. 


Penanaman falsafah musyawarah untuk mufakat adalah faktor ketiga yang membuat kegiatan berdebat menjadi sulit berkembang di Indonesia. Sebetulnya kegiatan berdebat sudah kita kenal dalam kehidupan dengan kata musyawarah. Kita semua yang telah mengenyam pendidikan di sekolah sudah lama dicekoki oleh paham musyawarah untuk mufakat, ingat PMP/PPKN. Seingat saya, kata debat jarang tersua dalam buku pelajaran tersebut. Dalam membicarakan suatu masalah, kita diminta untuk selalu bermusyawarah dulu untuk mencapai kemufakatan. Menurut KBBI edisi ke-3, musyawarah berarti kegiatan pembahasan bersama dan mufakat berarti sepakat atau seia sekata. Falsafah ini diajarkan sejak SD hingga universitas sehingga itu tertanam dalam benak orang Indonesia. Pada intinya, pengajaran musyawarah sebagai bagian dalam jalan hidup orang Indonesia adalah benar. Yang keliru adalah penggunaan kata mufakat sebagai tujuan musyawarah. Dalam penerapannya, musyawarah itu sendiri sesungguhnya jarang menghasilkan kemufakatan murni. Dalam sebuah musyawarah, setiap pesertanya pasti membawa pendapatnya masing-masing yang berbeda atau sama dengan yang lain. Jadi, hampir mustahil bila dalam musyawarah bisa selalu dicapai kemufakatan. Jika sebuah kegiatan musyawarah dipaksakan untuk mencapai kemufakatan, pasti akan ada segelintir orang yang merasa terpinggirkan karena pendapatnya tidak didengar dan mereka terpaksa harus mengiyakan pendapat orang lain. Apa salahnya untuk berbeda pendapat? Kelirukah itu? Apakah sikap berbeda pendapat dianggap sebagai sikap tidak menenggang rasa? Sering kali mereka yang berbeda pendapat disindir sebagai orang yang tidak solider atau tidak menenggang rasa. Apakah kemufakatan mutlak akan menghasilkan solidaritas mutlak juga? Yang ada justru solidaritas semu, karena yang beda pendapat setengah hati dalam pelaksaan. Musyawarah untuk mufakat adalah falsafah yang keliru. Boleh saja tidak mufakat dalam musyawarah tetapi semua peserta musyawarah harus mufakat dalam pelaksanaan hasil musyawarah. Mereka yang berbeda pendapat harus didengar suaranya tapi pelaksanaan keputusan adalah mutlak bagi setiap orang. Contoh jelas dari kelirunya musyawarah untuk mufakat bisa dilihat saat fraksi-fraksi DPR melakukan perdebatan alot akan suatu masalah. Sering kali, kebuntuan dalam persidangan diselesaikan lewat cara lobi. Lantaran paham musyawarah untuk mufakat sudah berada jauh di dalam alam bawah sadar orang Indonesia, maka mereka yang tidak setuju dibujuk atau dipengaruhi untuk mengubah sikapnya. Usulan untuk menyelesaikan kebuntuan dengan cara pengambilan suara, voting, sering kali dihindari semaksimal mungkin oleh anggota DPR dengan alasan, lagi lagi, musyawarah untuk mufakat. Justru kegiatan lobi melobi inilah yang menimbulkan aksi tawar menawar kepentingan untuk imbalan tertentu.


Debat memang masih sulit menjadi budaya dalam kehidupan orang Indonesia. Meski debat sudah diakrabi sebagai musyawarah, kita masih sulit untuk mengembangkannya lantaran tidak pernah dibiasakan sejak kecil, masih adanya kekeliruan dalam memahami kegiatan debat, dan masih kuatnya paham musyawarah untuk mufakat. Bagusnya, masih belum ada kata terlambat untuk melakukan perubahan. Mereka yang sudah atau baru menjadi orang tua bisa mulai memberikan porsi bicara lebih banyak pada anak sebelum membuat keputusan sendiri. Jika dulu orang tua lebih sering membuat keputusan, sekarang anak pun perlu dilibatkan dalam pembuatan keputusan. Setiap ketidak setujuan dari diri anak harus disimak dengan baik. Dan agar pola pikir kritis anak bisa berkembang, tantang sang anak untuk bisa memberikan argumentasi pada pendapat yang mereka buat. Mendengar bukan berarti orang tua merendahkan diri di depan anak. Mengetahui bahwa orang tua mau mendengar saja sudah menyenangkan buat hati sang anak, biarpun keinginan mereka tidak terpenuhi. Berikutnya, orang Indonesia perlu memahami dengan baik tujuan utama dari kegiatan berdebat itu seperti apa. Debat itu sebetulnya serupa dengan diskusi, ada yang berpendapat, setuju dan tidak setuju. Semua itu normal saja. Yang musti diingat, semua peserta debat harus bisa membedakan antara pendapat orang dan orang yang berpendapat. Jadi, peserta debat harusnya menyerang pendapat lawan bicaranya bukan si pembicara. Emosi harus bisa dikendalikan dan setiap orang harus tunduk pada rasionalitas, dengan kata lain semua harus berkepala dingin. Jika seseorang tidak setuju dengan pendapatmu, jangan paksa dia untuk ikut setuju. Bujuklah dia. Tentunya, bujukan itu harus diikuti dengan argumentasi yang baik dan masuk akal, bukan sekedar asal bicara, jadi debat kusir nanti. Lewat kegiatan berdebat inilah, setiap orang bisa mengadu lebih jauh kemampuan masing-masing dalam membuat argumentasi yang bisa meyakinkan orang lain, seperti retorika. Yang terakhir, paham musyawarah untuk mufakat sudah waktunya untuk ditinjau ulang, kalau perlu dihapuskan. Musyawarah ya musyawarah, tapi hasil akhir tidak perlu harus mufakat. Bagaimana mungkin sepuluh orang peserta musyawarah bisa menyelesaikan diskusi dengan pemikiran yang sama 100%. Ada sebuah kalimat mutiara dari Jendral Patton yang berbunyi, “If everybody thinks alike, then somebody isn’t thinking.” Mufakat dalam musyawarah tidak mutlak, yang penting pelaksanaannya musti mufakat. Apapun keputusannya, setiap orang harus melaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, lebih baik jika pemungutan suara, voting, juga dibiasakan sejak dini, dalam rapat keluarga, rapat OSIS, rapat RT/RW, rapat di kantor pemerintahan. Dengan voting, akan jelas berapa orang yang setuju dan tidak setuju. Dengan voting pula, mereka yang tidak setuju diakui kehadirannya dan tidak perlu khawatir jadi korban perasaan karena dipaksa setuju.

Filed under  //  budaya   debat   DPR   Indonesia   mufakat   musyawarah   orang tua   persepsi   tabu   UI   voting  

Comments (0)

Jun 18 / 6:29am

Mengapa Kalian Perlu Memakai Macintosh

Halo kawan-kawan. Bagaimana kabar kalian? Sebentar lagi kalian akan menjadi mahasiswa bukan. Saya harap kalian sudah menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan. Satu dari banyak hal yang dibutuhkan calon mahasiswa seperti kalian sekarang ini adalah komputer portabel, laptop atau notebook. Yak, di masa kini hampir semua mahasiswa memerlukan laptop, terlepas dari jurusan yang ia pilih dan tempat kuliahnya. Dari semua merek komputer yang beredar di pasaran saat ini, saya merekomendasikan kuat Apple MacBook sebagai laptop yang penting dimiliki oleh kalian para mahasiswa baru. Merek yang satu ini saya rekomendasikan dengan alasan


MacBook memiliki rancangan yang elegan, sederhana, dan sekaligus bergaya, trendy. Saya tidak akan berpajang lebar tentang hal ini, silahkan klik tautan ini, http://bit.ly/TUq5o, http://bit.ly/ZnwLE, dan nikmati keindahan laptop Apple. Begitu indahnya komputer buatan Apple, kita juga bisa melihat komputer ini dalam banyak filem ternama seperti The Devil Wears Prada, Le Chevalier du Ciel, John Tucker Must Die, Just My Luck, I Am Legend, Die Hard 4.0,  dll.

MacBook adalah komputer yang memiliki spesifikasi teknis yang tinggi. Banyak komputer beredar luas di pasar dengan iming-iming harga murah namun memiliki spesifikasi rendah. MacBook memang tidak murah, 13 juta rupiah, tetapi dia tidak pelit dalam memberikan produk yang bagus. Dengan harga 13 juta, kalian sudah mendapatkan komputer dengan spesifikasi:

  • layar 13 inci (cukup adem di mata)
  • hard disk 120 Gb, minimal, hingga 500 Gb, maksimal (bayangkan berapa ratus foto, lagu, tulisan yang bisa disimpan).
  • RAM 2 GB (wuih, nggak ada istilah lemot), dan itu minimum
  • prosesor Intel Core 2 Duo 2.2 GHz (cepat bo)
  • Superdrive (DVD R/RW/ROM, CD R/RW/ROM, Dual Layer DVD R/ROM). Apa itu DVD Dual Layer? Itu adalah DVD dengan dua lapisan yang memungkinkan ia menyimpan data dua kali lebih besar, 8.3 Gb.
  • Daya tahan baterai, dalam kondisi baru, mencapai 4 jam non stop. Untuk mengetik, berselancar di internet, dan mendengarkan lagu pada saat bersamaan sudah cukup.
  • Wi-Fi ready
  • Bluetooth
  • SD Card Reader; untuk kalian yang senang berfoto ria.

Luar biasa, dengan 13 juta kalian sudah mendapat satu komputer yang memberikan kalian banyak kemampuan. Banyak komputer murah yang dijual, namun tidak semua memberikan spesifikasi selengkap di atas.

Notebook Apple memiliki sistem operasi terhandal, Macintosh OS X aka. Leopard (versi 10.5.7). Dari pengalaman saya memakai MacBook selama tiga tahun terakhir ini, saya merasakan bahwa OS Macintosh adalah sistem operasi yang luar biasa. OS ini memiliki daya tahan baik. Saya jarang sekali mengalami hang, bisa dihitung dengan jari. Ketika saya melakukan banyak kegiatan sekaligus--mengetik, internetan, dengerin lagu, melakukan sedikit modifikasi foto--jarang sekali Macintosh mengalami kendala seperti lemot atau hang, sampai harus tekan Ctrl+Alt+Del. Ini terjadi lantaran Apple menganut falsafah bahwa perusahaan komputer yang membuat software harusnya juga membuat komputernya sendiri. Karena itu, Mac OS X teruji lantaran Apple membangun komputernya sendiri agar dapat menjalankan OS Macintosh dengan baik. Keuntungan lainnya, Macintosh sedikit mendapat ancaman dari virus komputer. Ini terjadi karena OS Mac dibangun dalam bahasa UNIX, berbeda dengan Windows. Dampaknya, hal ini membuat OS relatif kebal pada virus komputer lantaran mayoritas virus menyerang Windows karena virus itu dibangun dalam bahasa ...

Selain memiliki OS yang handal, setiap komputer Apple dilengkapi aplikasi pendukung yang lebih baik daripada PC. Untuk setiap pembelian komputer Apple, Anda sudah mendapatkan aplikasi standar seperti iLife, Text Edit, Quicktime, dll. iLife adalah nama untuk kumpulan aplikasi seperti Mail (aplikasi pengelola e-mail), iMovie (aplikasi pengolah dan penyunting, edit, video), iDVD (aplikasi pembakar video), iWeb (aplikasi pembuat website pribadi), iPhoto (aplikasi pengelola and pengolah foto), iCal (pengelola kalender untuk kegiatan-kegiatan pribadi), iChat (aplikasi chatting), dan tentu saja iTunes (pengelola lagu dan video digital serta Podcast). iPhoto bisa disamakan seperti ACD See. Namun, iPhoto memiliki kelebihan seperti photo management, photo editing, dan juga kemampuan ekspor ke dalam bentuk slideshow, video quicktime, pengubahan ukuran foto. Oh ya, iPhoto juga bisa mengunggah, upload, foto kalian ke Facebook. Buat kalian yang senang membuat filem sendiri dengan kamera video pribadi, iMovie dan iDVD akan membantu kalian dalam berkreasi. Kalian suka mendengarkan MP3, iTunes akan mempermudah dalam melakukan manajemen koleksi lagu, video, dan Podcast di komputer. Kesaksian saya mengenai iLife adalah “Creativity meets simplicity.” iWeb dapat disamakan dengan Frontpage, iCal dan Mail serupa dengan Microsoft Outlook. Bedanya, iLife kalian dapatkan dengan gratis beserta dengan pembelian komputer. Sedangkan Outlook dan Frontpage harus dibeli karena satu paket dengan Microsoft Office. Windows Movie Maker? Ah, lupakan saja itu. Saya ragu bila Movie Maker bisa berpadu dengan Windows Media Player. Bagaimana dengan aplikasi Office. Apple memberikan produk khusus bernama iWork yang disertakan dengan komputer namun sifatnya berupa percobaan, trial, selama 30 hari. Setelah 30 hari, aplikasi tidak dapat dipakai kecuali kalian membelinya untuk mendapatkan nomor serial produk. Oh ya, selain aplikasi bawaan, pengguna Mac juga bisa menemukan banyak aplikasi tambahan dari pihak ketiga yang tersebar di internet, ada yang berbayar dan ada juga yang gratis.

Komputer Apple dapat menjalankan Windows, Vista ataupun XP 3. Meskipun Macintosh 10.5.7 aka Leopard adalah sistem operasi resmi dari Apple, MacBook juga bisa menjalankan sistem operasi Windows Vista atau XP 3. Dan bilamana diperlukan, MacBook juga siap untuk menjalankan Windows 7 yang pada saat ini sedang dalam pengembangan. Hal ini dapat terjadi semenjak Apple memutuskan untuk menggunakan prosesor Intel. Selain itu, di dalam OS Leopard sudah ada aplikasi bernama Bootcamp. Aplikasi ini memungkinkan kalian untuk berganti sistem operasi kapan saja kalian menginginkannya. Fitur ini berguna sekali buat pengguna awal yang masih dalam proses adaptasi.

Komputer Apple memiliki garansi internasional yang dapat diperpanjang. Untuk semua produk komputernya, Apple memberikan garansi internasional selama satu tahun. Dengan adanya garansi ini, pemilik komputer Apple--laptop ataupun desktop--dapat melakukan klaim garansi di manapun juga manakala komputernya mengalami masalah. Agar lebih jelas, garansi ini memungkinkan kalian yang membeli MacBook di Indonesia melakukan klaim servis di luar negara Indonesia. Misalnya, Anisa membeli MacBook di Indonesia dan satu ketika pergi ke Perancis sambil membawa laptop Apple. Apabila MacBook kesayangan Anisa tiba-tiba bermasalah saat dia sedang di Paris, Ica tinggal membawa Mac-nya ke servis resmi Apple, Authorised Service Provider (ASP), terdekat. ASP Perancis akan memberikan servis resmi secara cuma-cuma. Selain garansi internasional, Apple memberikan kesempatan bagi para pemilik komputer Apple untuk memperpanjang garansinya hingga dua tahun. Sebagai contoh, Haula membeli MacBook pada bulan Juli 2009. Sesuai kebiasaan yang berlaku, garansi resmi yang diberikan hanya  1tahun. Ini berarti laptop Ola dijamin hingga Juli 2010. Tetapi, dengan membeli APP, Apple Protection Plan, Ola dapat memperpanjang garansi Mac-nya hingga Juli 2013. Wow, garansi tiga tahun. Berapa merek komputer yang memberikan kemewahan seperti ini?

Komputer Apple memiliki lebih banyak aksesoris pendukung yang dibuat oleh perusahaan pihak ketiga, seperti, pelapis keyboard, stiker pelindung touchpad, stiker pelindung body, pelindung layar, kaki kecil untuk komputer (Speedball/Snapball) Merek komputer lain tidak ada yang menikmati kemewahan seperti ini. Bagusnya lagi, hampir semua toko yang menujual produk Apple secara resmi menyediakan semua aksesoris yang tadi disebutkan. Kalau tidak percaya, silahkan datangi toko penjual resmi produk Apple (Apple Premium Reseller)--iBox, EMAX, eStore, Zoom, Infinite--yang ada di mal-mal terkenal seperti Plaza Indonesia, PIM, Pacific Place, MTA, SenCi, dan Plaza Senayan.

Indonesia sudah memiliki komunitas Macintosh dengan aggota yang sangat banyak. Di Indonesia sudah ada kelompok seperti id-Mac dan id-Apple. Khusus id-Mac, komunitas ini sudah mendapatkan pengakuan dari Apple pusat di AS. Komunitas id-Mac juga terdapat di internet seperti grup Facebook dan juga mailing-list, milis, di Yahoo. Lewat milis ini, para anggota bisa bertukar pertanyaan, tips dan trik, info, curhat tentang hal-hal yang berkaitan dengan Macintosh. Selain kegiatan di dunia maya, id-Mac juga rutin melakukan pertemuan bulanan, kopi darat, di tempat umum seperti mal atau kafe. Enaknya pertemuan rutin ini, para anggota memiliki kesempatan lebih banyak lagi untuk berdiskusi tentang Mac dan juga bertukar pikiran secara langsung mengenai hal-hal yang berkaitan dengan teknologi. Keuntungan tambahan lainnya adalah berbagi aplikasi unik yang berguna untuk pemakai Mac atau berbagi update untuk program-program Apple.

Mitos tidak benar tentang komputer Apple

Mac terlalu mahal. Banyak komputer PC yang lebih murah.

Betul Mac mahal. Namun, mahalnya Mac hanya untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang, Mac justru murah. Lihat, spesifikasinya tinggi sehingga tidak perlu sering upgrade; RAM-nya tinggi, HD-nya besar, prosesor Intel-nya cepat, daya tahan baterai ideal, rancangannya elegan dan trendy (tidak lekang dimakan jaman). Lagipula, spesfikasi tinggi ini membuat kalian tidak perlu takut ketinggalan jaman meskipun merek lain sudah bersalin rupa.

Banyak orang berkata, “Buat apa Bluetooth? Yang penting bisa Wi-Fi.”

Lantas bagaimana kamu mau transfer foto atau lagu dari komputer ke ponsel atau sebaliknya? Hari gini komputer nggak punya Bluetooh?

“Buat apa sih Superdrive?”

Hmm, kamu tidak akan pernah tahu kapan akan membutuhkannya bukan? Superdrive memungkin pemilik Mac untuk membaca dan juga menulis DVD format Dual Layer. Meskipun, kemungkinan untuk menggunakannya kecil bukan berarti hal tersebut tidak berguna sama sekali.

Daya tahan baterai 4 jam. “Masih kurang, Lenovo dong bisa 6 jam”

Memangnya kamu mau ke hutan sampai lebih memikirkan daya tahan baterai daripada kegunaan komputer buatmu.

Komputer Mac untuk desain grafis doang.

Salah besar. Mac juga dapat dipakai untuk bekerja atau belajar. Microsoft Office untuk Macintosh tersedia. Apple bahkan membuat iWork sebagai Office khusus untuk Mac. Tahu filem “The Inconvenient Truth”? Percaya atau tidak, filem itu dibuat dengan Keynote, semacam PowerPoint, yang merupakan bagian dari Mac. Saya sendiri selalu menggunakan MacBook untuk mendukung pekerjaan saya. Ilmah, masih ingat video kompilasi sejarah musik Rok? Tahukah kamu kalau video itu dibuat dengan Mac. ;)

iWork adalah Office versi Apple. Tapi produknya hanya bisa dipakai selama 30 hari dan setelah itu tidak berfungsi. Bagusan PC sudah dapat MS Office gratis.

Bohong besar! iWork itu sama dengan MS Office, keduanya adalah produk berlisensi. Kalau ada PC pakai Office gratis dan dapat dipakai lebih dari 30 hari, itu berarti PC tersebut menggunakan produk bajakan. Office gratis di internet hanyalah yang sifatnya open-source seperti Open Office atau Neo Office.

Mac harganya mahal. Servisnya pasti mahal juga.

Harga mahal tidak berarti servis mahal. Harus dingat, kententuan servis tergantung dari tingkat kerusakan yang dialami oleh komputer. Lagipula, jaminan garansi internasional memberikan pengguna Mac kelegaan karena Mac-nya dapat diservis di negara manapun.

Macintosh itu programnya beda dari Windows. Kamu tidak akan bisa beradaptasi.

Bohong sekali. Saya juga pengguna aktif Windows. Adaptasi saya dengan Macintosh hanya makan waktu 2 minggu. Kalaupun ada perbedaan, paling-paling cuma penggunaan istilah atau nama yang berbeda. Buat kalian yang pelajar, saya perkirakan cuma butuh waktu sebulan untuk adaptasi. Lagipula, keberadaan milis justru memberikan keuntungan tambahan untuk konsultasi. Apalagi, jago-jagonya Mac juga punya akun di Facebook, bisa Wall-to-Wall deh.

Satu lagi hal baik dari produk Apple adalah pelayanan purna jual dari para Apple Reseller di Indonesia yang baik. Berapa sering kalian pernah membaca keluhan mengenai layanan purna jual kurang baik untuk produk Apple di kolom Surat Pembaca pada koran ternama?

Filed under  //  Apple   handal   id-Mac   Indonesia   laptop   Leopard   MacBook   Macintosh   mahasiswa baru   milis  

Comments (16)

Jun 5 / 7:32am

Persyaratan Untuk Serang Malaysia

Satu setengah pasangan capres dan cawapres meledek pemerintahan sekarang yang tidak tegas dalam hal sengketa wilayah dengan Malaysia. Mereka bilang pemerintah tidak tegas dan terlalu lunak terhadap Malaysia. Sepasang capres dan cawapres mengatakan mereka akan bertindak tegas terhadap pelanggaran tapal batas yang sering dilakukan oleh tentara Malaysia. Lucunya, tidak seorangpun mengatakan dengan tegas tentang tindakan tegas yang akan dilakukan. Kalau Indonesia mau berperang dengan Malaysia, kita harus memenuhi persyaratan di bawah ini.

 

Pertama, peluru pertama harus keluar dari laras senjata Malaysia. Dengan demikian, Indonesia memiliki alasan kuat untuk menyerang Malaysia. Kalau tentara Indonesia menembak lebih dahulu hanya karena intimidasi yang dilakukan Malaysia, ini berarti kita telah terjebak dalam pancingan tentara Malaysia.

 

Kedua, Indonesia harus punya sekutu yang kuat dan sebanding dengan sekutu yang dimiliki Malaysia. Ingat, Malaysia ini adalah anggota negara-negara persemakmuran, Commonwealth Countries. Negara persemakmuran ini didirikan oleh Inggris dan memiliki anggota berupa negara-negara bekas kolonialisasi Inggris seperti India, Malaysia, Brunei, Singapura, Australia, dan Selandia Baru. Sekutu yang kuat diperlukan agar ada jaminan apabila Indonesia berperang dengan Malaysia, negara-negara persemakmuran di sekitar Indonesia tidak akan ikut campur.

 

Ketiga, Indonesia musti memiliki kecukupan logistik untuk berperang. Logistik bukan cuma peluru, roket, granat dan senjata. Di dalam logistik juga harus ada obat-obatan, bahan bakar dan suku cadang peralatan militer. Mustahil dalam perang tidak ada prajurit yang tidak terluka. Jadi, kita harus memiliki persediaan obat-obatan yang memadai guna menangani prajurit yang terluka. Seperti halnya tentara, peralatan militer pun tidak luput dari kerusakan, misalnya kapal laut tertembak oleh senjata lawan. Agar kapal dapat kembali berperang, kapal tersebut harus diperbaiki. Jangan seperti Jepang pada perang dunia ke 2 dimana kapal perangnya banyak tidak bertempur lantaran kekurangan suku cadang untuk perbaikan. Lebih lanjut lagi, meski prajurit dapat berperang dengan perut kosong tetapi pesawat tempur butuh kerosin, kapal perang butuh solar, truk dan tank butuh bensin. Tanpa bahan bakar, Indonesia terpaksa berperang dengan kekuatan infanteri saja.

 

Keempat, Indonesia harus memiliki kekuatan militer yang besar untuk meladeni perang di empat front sekaligus. Seharusnya, kekuatan militer Indonesia sedari awal dibagi dalam empat wilayah--utara, selatan, barat dan timur. Oleh karena itu, pemerintah membagi skuadron pesawat tempur dan armada kapal perang ke dalam empat wilayah itu, seperti armada lau utara, barat, timur dan selatan.

 

Kelima, TNI wajib memiliki data intelejen yang akurat mengenai kekuatan militer yang dimiliki Malaysia beserta sekutunya. Data intelejen yang diperlukan adalah peralatan militer yang mereka miliki, jumlah peralatan militer, kecakapan yang dimiliki oleh personil tentara mereka dalam mengoperasikan peralatan tempur, pasokan logistik yang dimiliki, sistem pertahanan--udara, laut, darat--yang mereka miliki, kondisi psikologis dari para tentara mereka, sistem komunikasi yang dipakai, kesiapan tempur mereka, pendapat rakyat mereka terhadap kemungkinan perang, strategi perang yang akan dipakai, data kegiatan operasional para pasukan, dan lain-lainnya.

 

Keenam, TNI perlu memiliki strategi perang yang jelas dan terarah dalam menghadapi Malaysia, dan sekutuanya bila mereka campur tangan. Sasaran yang akan diserang harus jelas, mana yang militer dan mana yang non militer. Selain itu, harus ada perhitungan tentang berapa lama perang akan berlangsung dan seberapa jauh kemampuan negara dalam melakukan perang. Strategi ini juga harus dibagi dalam dua bagian, menyerang dan bertahan. Apa yang harus diserang TNI dan bagaimana Indonesia harus bertahan apabila arah peperangan berbalik arah. Ini berarti, strategi harus menjabarkan sasaran yang harus dihancurkan serta perkiraan akan berapa banyak korban perang yang akan jatuh serta kerugian yang akan diderita TNI. Yang lainnya, strategi bukan hanya untuk perang militer tapi juga perang intelejen. Operasi penyusupan dan sabotase perlu disiapkan untuk menunjang opersi militer terhadap Malaysia dan sekutunya nanti.

 

Namun sialnya, posisi Indonesia secara geomiliter sedari awal sudah dikelilingi sekutu Malaysia. Ingat ASEAN, ada Singapura dan Malaysia Barat di semenajung Malaka. Pulau Kalimantan dibagi antara Malaysia Timur dan Indonesia. Di selatan ada Australia dan Selandia Baru. Oh ya, Australia juga punya pasukan di Timor Leste. Lantas bagian barat pulau Sumatra diancam oleh kehadiran tentara India. Jika masih kurang, Inggris sendiri akan mengirim armada kapal perangnya ke bagian barat Indonesia untuk menopang armada laut India. Apakah mereka menyerang secara simultan atau bersamaan, Indonesia akan menghadapi kesulitan besar, bahkan terancam akan kekalahan telak. 

Filed under  //  ASEAN   commonwealth   Indonesia   intelejen   konfrontasi   logistik   Malaysia   militer   negara persemakmuran   strategi   TNI AD  

Comments (2)

Jun 4 / 8:16am

Keluh kesah Facebook: Penggunaa Foto dan Nama Yang Tidak Pantas

Belakangan ini, saya agak kesal manakala mendapatkan permintaan Facebook dari orang-orang yang berpikir kalau mereka mengenal saya. Kekesalan saya muncul lantaran orang-orang yang mengirimkan permintaan itu menggunakan identitas yang tidak saya kenali, seperti, memasang foto tokoh kartun, foto anaknya yang masih bayi, foto yang tidak jelas (buram), dan bahkan menggunakan nama yang asing di telinga saya. Hal seperti ini saya pandang menyebalkan karena terkesan mereka tidak serius, meremehkan, untuk masuk ke dalam jejaring sosial yang saya bangun dalam Facebook. Anehnya, bila permintaan tidak saya konfirmasi, mereka menganggap saya sombong. Apabila orang tersebut adalah orang yang saya kenal, seperti teman kerja, maka saya tidak akan berlama-lama untuk mengkonfirmasi permintaannya. Tapi jika permintaan itu datang dari teman waktu sekolah--SD, SMP, SMA, universitas--yang telah lama tidak pernah saya temui, saya jadi memiliki kesulitan tersendiri untuk memberikan konfirmasi. Setelah lama tidak bertemu, orang sering kali lupa akan nama dan wajah temannya.

Karena itu, adalah suatu hal yang penting bagi pemilik akun Facebook untuk selalu menggunakan foto wajahnya sendiri dan nama pribadinya. Hal tersebut penting karena akan menimbulkan kesan bahwa Anda tidak menganggap remeh orang yang menerima permintaan Facebook dari Anda. Sikap ini menunjukan kalau Anda serius dan bersungguh-sungguh untuk menjadi bagian dari jejaring sosial yang dimiliki oleh teman Anda. Penggunaan nama yang aneh seperti tokoh kartun atau nama anak sendiri dan penggunaan foto bayi Anda bukanlah hal yang sopan. Ingat, Anda yang memiliki akun Facebook, bukan anak Anda. Anda boleh saja beranggapan kalau saya adalah teman lama di sekolah. Tetapi, setelah sekian lama berpisah, saya pasti sudah kehilangan kenangan akan nama atau ciri-ciri fisik Anda. Oleh sebab itu, gunakanlah selalu identitas pribadi yang sesungguhnya. Gunakanlah nama pribadi dan foto pribadi. Berkaitan dengan foto pribadi, pastikanlah bila foto yang Anda gunakan adalah foto yang jelas. Ini berarti foto Anda menunjukan dengan baik wajah Anda, sedikit manipulasi, tidak gelap ataupun kabur.

Saya sendiri termasuk tipe orang yang menghafalkan identitas orang lain bukan dari nama melainkan dengan menghafal ciri-ciri fisiknya; gemuk, kurus, pendek, tinggi, rapih, berantakan, gondrong, tahi lalat di wajah, jerawatan, cantik, seksi, muka alim, tampang belagu dan kenangan yang saya miliki dengan orang tersebut. Saya ingat kalau Rizki Nugroho itu orangnya tinggi, suaranya lantang, dan sering dipanggil Gepeng. Dwi adalah anak perempuan yang seksi dan bahenol. Saya ingat kalau Arie memiliki nama panggilan Ceker dan punya suara yang keras dan sering tertawa terbahak-bahak. Putri itu adalah primadona sekolah yang memiliki kulit yang terang. Saya mengingat Chika sebagai teman sekelas yang memiliki potongan rambut pendek ala cowok. Meskipun sudah puluhan tahun tidak bertemu, Donald saya masih saya kenang karena dia adalah teman pulang pergi sekolah sewaktu saya SD dan memiliki nama yang unik. Carla juga masih dalam ingatan karena ibunya adalah teman akrab ibu saya dan keluarganya pernah memberika seekor anjing kepada saya dan adik saya. Dalam hal nama, saya biasanya hanya hafal nama dari orang-orang yang saya sering temui, entah di masa kini atau masa lalu. Saya pribadi tidak ingat semua nama teman sekelas saya waktu sekolah dulu. Tapi, saya selalu mengingat mereka yang akrab dengan saya--teman semeja, teman pergi dan pulang sekolah atau teman nongkrong.

Oleh sebab itu, bagi Anda yang mengenal saya dan ingin masuk dalam jaringan sosial saya di Facebook, saya minta agar Anda menggunakan nama pribadi dan memasang foto diri Anda yang sesungguhnya. Di dalam akun Facebook saya ada tiga permintaan sahabat Facebook yang masih belum saya konfirmasi. Satu orang tidak saya konfirmasi karena orang tersebut tidak kunjung memasang foto dirinya, masih pakai ikon Facebook. Padahal saya dan orang tersebut memiliki empat sahabat mutual! Dua orang lagi bahkan berbagi lebih dari 10 sahabat mutual dan tetap belum saya konfirmasi. Alasan saya sederhana: satu orang memasang foto dari objek berupa bola dan satu lagi memasang foto bayinya. Saya lebih suka bersahabat dengan manusia bukan dengan bola. Jika memang kita adalah teman, alangkah bersahabatnya bila kalian menggunakan foto kalian yang sesungguhnya. Kalian bilang saya kuper, tidak gaul. Sekarang, kalian obrak obrik Facebook milik orang asing dan lihat berapa banyak orang bule yang menggunakan foto aneh-aneh. Lihat itu orang Eropa, Arab, Latin,  dan Amerika menggunakan foto wajah mereka sebagai foto profil Facebook. Sedikit sekali yang menggunakan foto avatar, tokoh kartun, hewan peliharaan, ataupun bayi. Apa pernah lihat David Zuckerberg menampilkah foto profil dari tokoh kartun kesukaannya?

Filed under  //  bersahabat   David Zuckerberg   Facebook   foto profil   nama   permintaan   sahabat   santun   teman lama  

Comments (1)

Jun 2 / 5:12pm

Indonesia Serang Malaysia: Mungkinkah?

Mungkin saja. Populasi rakyat Indonesia lebih banyak. Jadi, menguasai Malaysia Timur tidak akan terlalu susah. Apalagi faktor militansi rakyat Indonesia lebih tinggi, karena sudah biasa hidup dalam kesusahan dan kegetiran. Akan timbul banyak korban, namun Indonesia tetap unggul. Yah, itu adalah hasil analisa yang sekilas saja. Sayangnya, siang-siang Indonesia sudah saya perkirakan tidak akan mampu mengalahkan Malaysia. Sekedar menyerang saja sih bisa. Saya akan memaparkan beberapa alasan mengapa Indonesia tidak akan mampu menang melawan Malaysia meskipun mampu menyerang duluan.

Pertama, Malaysia adalah anggota negara persemakmuran. Jadi, kalau Malaysia diserang makan selurung anggota persemakmuran akan turut membantu Malaysia. Indonesia akan menghadapi tiga front paling tidak. Di utara ada Singapura dan Brunei. Di selatan ada Australia dan Selandia Baru. Kita belum lagi bicara tentang India yang dapat menyerang dari barat. Singapura walaupun kecil punya armada militer yang bagus (F 16 dan F15), Brunei (idem plus tank Inggris), Australia (F 16, 15, 117 A, Blackhawk, tank dan kapal perang), India (idem plus kapal induk). Mampukan TNI menandinginya? Mustahil.

Kedua, Indonesia tidak mengenal betul wilayah Malaysia. Intelejen Indonesia memang terkenal sekali di tahun 80'an. Sekarang? Siapkah BIN untuk memasok keterangan intelejen yang dapat mendukung operasi militer di Malaysia? Siapkah BIN memberikan keterangan intelejen guna menghadapi kekuatan lima negara? Perang bukan cuma soal armada militer tapi juga intelejen. Israel menang perang enam hari bukan karena peralatan militer yang lebih baik tapi karena dukungan intelejen yang sempurna.

Ketiga, peralatan militer Indonesia tidak akan sanggup menghadapi kekuatan militer dari Singapura, Brunei, Australia, dan India. Kapal selam kita sudah dibesi tuakan, sekarang bahkan jadi pajangan. Skuadron pesawat tempur kita kalah jumlah. Tank-tank sudah tua. Pesawat Hercules kita bahkan lebih tua dan lebih kecil daripada milik Australia. Sudah begitu, armada laut cuma terdiri dari kapal perang sedangkan India sudah punya kapal induk dan kapal selam. Perawatan peralatan militer saja sudah sulit lantaran terbatasnya anggaran militer.

Keempat, logistik militer Indonesia juga sangat diragukan. Pergi berperang adalah satu hal, pasokan peralatan pendukung perang adalah hal lain. Apakah tentara Indonesia punya amunisi yang cukup untuk berperang minimal tiga bulan ke depan. Jangan tentara dikerahkan ke medan perang tapi logistiknya cuma tiga hari. Itu sama saja menjadikan tentara sebagai tumbal. Pesawat tempur, tank, dan kapal perang dikerahkan untuk kemudian dihancurkan oleh musuh dengan mudah. Apa gunanya? Bicara logistik bukan cuma soal peluru tapi juga obat-obatan, bahan bakar, suku cadang perbaikan, dan lain-lain.

Jadi, berdasarkan keempat alasan di atas, saya yakin sekali bila Indonesia tidak akan mampu mengan dalam perang dengan Malaysia. Kita harus sadar bahwa TNI tidak memiliki modal yang mencukupi untuk memulai dan mengakhiri perang. Kita juga harus memperkirakan bahwa Indonesia akan menghadapi kekuatan yang lebih besar daripada yang terlihat. Berhadapan dengan Malaysia, kita HARUS PAKAI OTAK!!! Jangan menjual kalau tidak berani beli. Malaysia tidak mungkin memprovokasi kalau tidak mendapat jaminan akan adanya dukungan dari pihak lain. Karena itu, pihak yang berada di balik tingkah laku Malaysia ini yang HARUS DICARI. Pihak tersebut adalah BIANG KEROK yang sesungguhnya. Malaysia sadar tidak akan bisa menang berperang dengan Indonesia. Tapi, mereka berani bikin setori karena mendapat jaminan akan dukungan dari pihak lain. Dalam situasi ini. sikap pemerintah yang tetap berkepala dingin adalah yang terbaik. Tunggu sampai Malaysia menjual baru kita beli. Cara seperti ini akan memberikan alasan baik bagi Indonesia untuk melakukan aksi militer. Yang berkoar-koar agar pemerintah mengambil tindakan tegas untuk menyerang Malaysia adalah AGEN PROVOKASI yang sesungguhnya. Orang-orang yang mengkampanyekan aksi ganyang Malaysia adalah penghasut yang harus diwaspadai. Bukan tidak mungkin mereka adalah agen asing yang dibayar untuk menjerumuskan bangsa ini. Capres-cawapres yang berkampanye agar pemerintah bertindak tegas hingga melakukan aksi militer terhadap negara Malaysia adalah pasangan yang sangat layak untuk TIDAK DIPILIH.

Filed under  //  amunisi   BIN   front   Indoenesia   konfrontasi   logistik   Malaysia   militer   negara persemakmuran   TNI AD  

Comments (37)

May 29 / 6:58am

kenapa at megabowo memilih MEGAWATI! :D #jokes on Twitpic

wa kak kak kak :D

Filed under  //  Megawati   Prabowo Subianto  

Comments (0)

May 29 / 2:30am

Apple vs. Microsoft - A Website Usability Study | Webdesigner Depot

Great comparison and contrast. Still, Apple is the best, :)

Filed under  //  Apple   comparison and contrast   Microsoft   usability   Websigner Depot   website  

Comments (0)